Teman Baru di Kedai Kopi

“hai, aku boleh tanya sesuatu?”

“ya..? ada apakah?”

“parfum kamu apa yah mereknya? aku suka banget wanginya” 

“Ahh…ini Nina by Nina Ricci, one of my fave..”

Kira2 begitu awal percakapan temu kenal saya dengan seseorang wanita di kedai kopi beberapa hari lalu, dari penampilannya saya menangkap dia berusia  30an akhir, modis, menarik, duduk dengan secangkir kopi, buku catatan dan pena, ditemani oleh anjing bulldog yang setia menunggu di bawah meja.

Dari pertanyaan merek parfum sampai akhirnya kita ngobrol gak juntrungan. Sekilas saya lumayan familiar dgn wajahnya, entah pernah lihat dimana, gayanya sih gaya2 presenter di tv atau sejenisnya, ealahh ternyata bener aja setelah saya tanyakan ternyata dia pernah beberapa kali punya acara tv.  Kalau di Indonesia sih ukurannya udah artis kali tuh ya, secara semua yg masuk tv Indo kan disebut artis bukannya?  🙂

Dua cangkir matcha latte menemani percakapan saya dengan teman baru ini, ternyata kita berdua sama2 sucker of vintage things, sepatu converse, broadway, 2nd hands market, etc etc…we both believe we were born in a wrong era hehehee dan ternyata yang paling seru dari semua itu dia adalah seorang penari Burlesque, thats her passion. Omg i loveeee burlesque to the max walaupun hanya sebatas penikmat. Gak ada alasan khusus kenapa saya suka, pokoknya suka aja. Langsung kebayang dong tuh ya yang namanya Moulin Rouge, Rose Lee, Dita von Teese, Cabaret, korset ketat & hiasan kepala berbulu, musik jazz, pakaian dari bahan lace, lipstik merah menyala…

Too bad, waktu ngobrol kita berjalan cepat, dia harus kembali menjenguk ayahnya yg sedang diopname di rumah sakit, kita sempat tuker2an email address dan website, dan lagi2 details perhatian saya temukan di sepotong kertas di sebelah email address miliknya : “wish you so much love in Bali” tulisnya. Saya memang sempat bercerita mengenai rencana saya dan suami untuk  menikmati masa pensiun dini kami di Bali dalam waktu dekat.

“Namaste…!”

dan dia pun berlalu ke luar dari kedai kopi itu…

Advertisements

20 thoughts on “Teman Baru di Kedai Kopi

  1. Waaaahhhhh awal perkenalan yang menyenangkan, apalagi setelahnya saling tahu klo punya ketertarikan pada hal2 yg sama. Seru! 😀
    *mengingat2 pernah gak ya ngalamin yang beginian*

  2. haha, seru juga ya, langsung berani nanyain merk parfum. Aku nih, masih suka malu2 kucing kalo ketemu cewek ketje dan wanginya oke… tengsin kalo mau tanya parfumnya apaan, tengsin nggak sanggup beli. Huahaha…
    Mbak, ketemu kenalan baru yang langsung asyik diajak ngobrol itu.. menyenangkan, ya!

      1. Lebih easy going tapi menurut orang Belgia & Perancis lebih kasar (baca direct) 🙂 Biasanya sih aku ice breaker tentang cuaca, kalo dibus/kereta tanya mau kemana atau just giving compliments.

  3. oops jadi sudah mau pendi nih, kapan 😀 !!! senang nya melihat banyak orang mau pendi…karena aku jugaaa mauuu cuma duit untuk pendi nya kagak cukup ntar bukan senang-senang malah kelaparan lol

  4. aku takjub lho sama orang2 yang bisa langsung terbuka cerita sama orang yg bari dikenal..
    soalnya hambatanku ya itu deh.., perlu beberapa kali ngobrol baru bisa …, kayaknya nggak tau apa yg mau diomongin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s