The Gay Men Project

Sewaktu kita dilahirkan, tentunya kalau bisa request semua manusia inginnya dilahirkan secara normal seperti manusia lainnya. Apa hendak dikata jika fakta berkata lain.

Seorang gay photographer Kevin Truong saat ini sedang melakukan proyek foto nya: The Gay Men Project. Kevin Truong memulai project ini dengan mengumpulkan dana secara online dimana dalam 30 hari terkumpul US$ 30,000. Tujuannya adalah untuk menyatukan foto sebanyak mungkin orang di seluruh dunia dan kisah-kisah pribadi mereka.
Dengan project ini Kevin berharap untuk menginspirasi remaja LGBT (lesbian, gay, bisexual, and transgender) dan orang dewasa lainnya yang tidak mampu berbicara begitu bebas tentang orientasi seksualitas mereka.

Lihat video-video dari hasil project ini bikin terharu juga sih, untuk mereka yang tinggal di benua yang memang open minded pastinya gak seribet dengan mereka yang terlahir di tengah-tengah negara yang sangat konservatif, nikah sama pasangan normal aja bisa bolak balik ditanyain macam-macam apalagi sama yang sejenis kan..

“Cause baby, you are born this way.” – Lady Gaga”

Being gay was a tremendous opening on the world. You realize that being different can be OK and you yourself will think twice before judging other people. Practically, it gave me and my lover/now husband a life so much richer with friends from all colours and cultures. At 69, soon 70, I don’t regret a minute of my gay life. I must say I shared that life with someone I have loved for 45 years and whom I still love more every day. Some people say that love becomes affection when you get older. Maybe, but the love part hasn’t disappeared as far as I’m concerned. – Henri & Maxim , Brussels –

“Gay only means this person has a different sexual preference. It doesn’t take away anything from who they are. I’m always looking for somebody who would end up being the same group to me not by skin color or nationality or religion, sexuality, but by lifestyle, sense of value, beliefs and stance and such.I always look pass everyone’s difference. Soon I forget they are gay, bisexual or lesbian because I don’t judge anyone. - Riyou, Tokyo, Japan-

“Gay only means this person has a different sexual preference. It doesn’t take away anything from who they are. I’m always looking for somebody who would end up being the same group to me not by skin color or nationality or religion, sexuality, but by lifestyle, sense of value, beliefs and stance and such.I always look pass everyone’s difference. Soon I forget they are gay, bisexual or lesbian because I don’t judge anyone. – Riyou, Tokyo, Japan-

Advertisements

15 thoughts on “The Gay Men Project

  1. Riri

    Iya mb Fe, gay memang masih kontradiktif. Memang sebaiknya kita melihat keunikan orang masing-masing dan berfikir positif drpada menjudge orang lain yang bahkan ga kita kenal ☺

    Reply
  2. aryan801chan

    salam kenal, mbak. kalo buat aku sih kapan ya Asexual bisa lebih diterima masyarakat ketika di komunitas LGBTIQA aja kurang diterima (seems like they prefer for A to stands for Ally and not Asexual, Aromantic, Agender).

    Reply
  3. dani

    Ada temen ya g sekarang milih tinggal di Jerman dengan visa turis. Kaget juga waktu tahu dan sepertinya dia sudah coming out. But then again it’s his life dan pilihannya dia so I said nothing.

    Reply
  4. Ria Angelina

    Di indo udah buanyak n terbuka soal itu.
    Saya pribadi ngak pusing n ngak ribet soal itu karena itu jugj ngak mengangu n ngrepotin aku.
    Walaupun aku berteman dengan mereka.

    Reply
  5. Puji

    Aku prefer orang yang jujur apa adanya Mba, daripada yang penuh kepura – puraan 🙂 tapi di Indonesia masih susah Mba untuk mengakui orientasi seksual yang beda 🙂

    Reply
  6. pungky

    Aku sih selo banget sama keberadaan mereka. Cuma, kadang ngenes, kok mereka ganteng-ganteng amat yaaak. Bodinya bagus-bagus, sedangkan aku yang perempuan disisain yang ganteng sih, tapi gak seganteng mereka. Ihihihihihi XD
    *dikepret suamik*

    Reply
  7. zilko

    “nikah sama pasangan normal aja bisa bolak balik ditanyain macam-macam apalagi sama yang sejenis kan”

    Hahaha, negara mana ya ini maksudnya? 😛

    Btw, setuju banget sama posting ini. Kualitas seseorang tidak dilihat dari SARA dan orientasi seksualnya ya yang sebenarnya hanya sebatas casing aja. Kualitas seseorang ya ada di diri seseorang tersebut, regardless of casing-nya 🙂 . Tapi sayang masih banyak (kayaknya) yang men-judge berdasarkan casing aja.

    Reply
  8. novimanik

    temen ada yang LGBT tapi so far mereka malah lebih baik dari pasangan normal kebanyakan, selama kita enjoy berteman sama mereka yah why not, cuma aku kasihan banyak juga yang masih nyinyir ke mereka.

    Reply
  9. ohippu

    XD Nah itu mbak. Kalo bagi yang tinggal di negara maju emang enak, soalnya orang tua mereka lebih bisa nerima (bahkan dah peka dari si LGBT masih in denial) XD

    Lha kalo di Indonesia, punya 1 temen straight yang bisa buat come out aja susaaah XD Belum lagi kalo salah milih orang, bisa dapet ceramah agama XD Belum lagi nyari pacarnya (lah malah curhat)

    Paling bingung kalo ditanyain nyokap ‘kapan kawin?’ XD

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s