Aktifitas Liburan Selama di Bali

Musim liburan hampir tiba untuk yang di Indonesia, ah senangnyaaa…..Kebetulan saya punya artikel mengenai tujuan wisata di Bali yang mungkin belum pernah kamu kunjungi dan lakukan sebelumnya. Ya kali aja pengen nyobain sesuatu di baru selama di Bali nanti ya.

1. Mengenang Tanah Leluhur di DESA PENGLIPURAN

Nama Desa Penglipuran makin lama makin santer terdengar sebagai salah satu spot wajib kunjung ketika berada di Bali. Ditambah lagi desa yang satu ini kerap menjadi lokasi shooting FTV, video klip dan sejenisnya.
Desa tradisional Penglipuran terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dari pusat kota Denpasar melewati kota Gianyar menuju arah utara. Dari Gianyar ke arah Bangli, desa ini berada di kiri jalan sebelum kota Bangli.

Menengok arti kata Penglipuran itu sendiri yang mengandung dua arti, ‘Pangeling’ memiliki kata dasar ‘eling’ berarti mengingat, sedangkan ‘Pura’ berarti ‘tanah leluhur’, jadi Penglipuran adalah mengenang tanah leluhur.

Sesuai dengan namanya dimana penduduk setempat ingin mengenang leluhurnya, maka area tempat tinggal yang masih serba tradisional ini dijaga sekali kebersihan dan kealamiannya tanpa melepas atribut tradisi dan agama.

Untuk memasuki area Desa Penglipuran, terdapat pos untuk pembelian tiket masuknya, per orang WNI dikenakan biaya Rp.7500,- Dan WNA dengan biaya Rp. 10.000,- Sedangkan untuk kendaraan mobil Rp.2000,- . Perhatikan baik-baik tiket yang diberikan, untuk WNI diberikan tiket berwarna merah muda , saya sempat dikenai biaya WNA sebelum akhirnya saya minta dikembalikan sesuai harga yang berlaku.

2. Tambak Garam Laut di Pantai Kusamba

Nama Desa dan Pantai Kusamba memang tak seterkenal pantai Jimbaran ataupun pantai Kuta, namun pantai yang satu inipun tak kalah menariknya untuk dikunjungi.

Tak sulit menemukan letak pantai Kusamba yang terletak di kabupaten Klungkung ini, dari Denpasar dapat ditempuh kurang lebih satu setengah jam jika keadaan jalan lancar, jika Anda mengendarai motor / mobil sewaan tak usah khawatir takut tersesat, karena papan penunjuk arah di sepanjang jalan akan menuliskan Kusamba dan ikutilah arahnya.

Pasir hitam yang membatasi batas bibir pantai Kusamba terlihat berbeda dengan pantai Bali lainnya yang kerap berwarna coklat keemasan. Para penduduknya yang mayoritas beragama Islam memiliki mata pencaharian berupa nelayan dan pembuat garam laut, dimana searah mata memandang, Anda akan melihat cadik perahu nelayan dan gubuk-gubuk sederhana tempat pembuatan garam.

Pembuatan garam dilakukan secara turun menurun, dan proses pembuatannya pun masih sangat manual dan tradisional, persis seperti yang dilakukan oleh para pendahulu mereka.

3. Menikmati Secangkir Kopi Luwak – Kopi Termahal di Dunia

Kopi luwak mulai jadi pembicaraan di seluruh dunia sejak kemunculan nya menjadi topik pada acara Oprah Winfrey Show dan aktor kenamaan Jack Nicholson yang selalu meminum kopi luwak bersama Morgan Freeman dalam film Box Office yang berjudul The Bucket List. Mulai saat itu lambat laun pamor kopi luwak pun menanjak.

Saya sendiri sebenarnya bukanlah peminum kopi, tapi nama kopi luwak yang terkenal di dunia membuat rasa penasaran bagaimana seluk beluk pembuatan kopi yang terbuat dari kotoran hewan luwak ini. Oleh karena itu saat berada di Bali, tak pelak kesempatan untuk mengunjungi Bali Pulina tentu tidak saya lewatkan begitu saja.

Seorang anak muda asli Bali menyambut dengan ramah khas pulau Dewata. Dia memperkenalkan diri dan mulai mengajak kami berkeliling kebun luas yang ditanami beragam tanaman mulai dari pohon coklat, pisang, pepaya sampai dengan pohon vanila dan bermacam2 rempah-rempah.

Saya pun dibawa nya menuju proses pembuatan kopi luwak tersebut, mulai dari melihat langsung seperti apa hewan bernama luwak (Civet) , lalu memberi makan mereka, kotoran yang telah dikeringkan – disangrai – lalu ditumbuk dan disaring.

Asal Anda tahu saja, kopi luwak dengan ukuran cangkir yang sama dapat juga Anda temui di salah satu kedai kopi di Brussels, secangkir kopi luwak disana dijual seharga €25 atau Rp. 300.000,- , bandingan perbedaannya dengan kopi lainnya yang berasal dari Ethiopia, Guatemala dan Haiti yang dijual dengan harga €3 atau Rp. 36.000,-

4. Balinese Cooking Class di Desa Laplapan

Ada banyak pilihan kelas kursus memasak di kota Ubud membuat bingung memilih yang mana, saya pun memilih percaya akan review di internet dan feeling saja. Dari deretan daftar kursus memasak yang memiliki rating tertinggi adalah Paon Bali.

Review dengan rata-rata bernada positif membuat saya jatuh cinta untuk bergabung dengan kursus memasak yang satu ini . Ternyata review tersebut tak bohong, begitu juga apa kata hati saya, Paon Bali menawarkan jasa kursus memasak di rumah pemilik nya Bu Puspa & Pak Wayan.
Pasangan asli Ubud ini tinggal di desa Laplapan yang terletak kurang lebih 20 menit dari pusat kota Ubud. Kelak, di rumah mereka lah saya dan para peserta lainnya akan bersama-sama belajar memasak makanan khas Bali.

Tepat pukul 8:30 pagi, saya dijemput di villa tempat saya menginap oleh transportasi yang merupakan 1 paket dengan kursus memasak ini, tujuan pertama adalah menuju pasar tradisional Ubud. Bersama dengan segerombolan wisatawan asing yang adalah team belajar saya memasak hari ini.

Supir yang menjemput kami berubah fungsi menjadi tour guide di Pasar, dengan sabar beliau menjelaskan mulai dari nama-nama buah dan sayuran eksotis, bumbu-bumbu masak dan peralatannya, pokoknya semua yang terlihat di pasar tersebut dijelaskannya.

Setelah selesai berkeliling singkat di pasar Ubud, dibawalah kami para peserta kursus memasak yang terdiri dari 11 orang dengan latar belakang negara yang berbeda, menuju sawah milik pak Wayan. Secara singkat Pak Wayan menjelaskan bagaimana tanaman padi itu tumbuh, pengairannya sampai dengan masa panen nya. Menurut pak Wayan, setiap keluarga di dusun Laplapan memiliki masing-masing secuil ladang padi milik pribadi yang dikonsumsi untuk keluarga sendiri.


Pengenalan akan bumbu-bumbu dapur yang biasa digunakan dalam memasak masakkan khas Bali merupakan tahap pertama saat kami para peserta berada di dapur terbuka milik bu Puspa. Sambil menjelaskan mengenai menu-menu apa saja yang kelak akan dibuat, para peserta diijinkan mencicip potongan-potongan kecil jahe, laos dan kunyit.

Bu Puspa adalah guru memasak yang baik, tak ada seorangpun yg dibiarkan menganggur, semuanya diharuskan bekerja, menggoreng tempe, mengulek bumbu gado-gado, menusuk sate. Benar-benar cooking class dan bukan cooking show.

Apa yang kami masak, makanan itulah yang kami nikmati sebagai makan siang. Lidah-lidah para peserta dengan latar belakang negara yang berbeda ini nampak menikmati hasil payah nya , tak menunggu waktu lama sampai dengan makanan yang ada di meja makan habis tak tersisa sambil terus-terusan memuji rasa makanan khas Bali tersebut.

Semoga liburan di Bali nya menyenangkan yah dan pulang kembali ke rumah dengan ide-ide dan pengetahuan yang baru. Happy Holiday !

Untuk ide-ide kegitan berlibur selama di Bali lainnya, bisa mengunjungi website : http://www.jalan2liburan.com/search/label/Bali
Mulai dari pilihan beach club seru di Bali, restoran halal dan review hotel di Bali ! 

Advertisements

33 Comments Add yours

  1. Kuliner bali sama wisata alamnya sih selalu bikin pengen liburan kesana terus 😀

  2. Evi says:

    Bali emang surganya jalan-jalan. Dari alam, budaya, sampai belajar masak. Dan senangnya lagi, kesana gak usah pakai pasport 🙂

    1. cerita4musim says:

      Dan ada aja hal baru utk dilihat ya 🙂

  3. ichasyahfa says:

    Bali emg punya sejuta pesona ya, Mbak. 😊

  4. Masih banyak banget yang belum didatangi di bali, meski udah pernah tinggal disana 2 tahun! enggak pernah bosen dah ke bali :))

    1. cerita4musim says:

      Segitunya udah punya buku mengenai Bali sendiri ya tp tetep aja msh dummy ya kl mengenai bali yg gak ada abisnya:)

  5. Haya Najma says:

    pengen ke baliiii laaahhh

    *guling2 di lantai

    1. cerita4musim says:

      Ha ha ha tinggal nyebrang:))

  6. Gw pingin banget ikutan cooking class di bali, tapi sampai saat ini belum kesampean 😦

  7. Arman says:

    view pas minum kopi luwak itu cakep banget!!!! seger…
    dan sate lilit nya sukses bikin ngiler! 🙂

    1. cerita4musim says:

      Sate lilit bikin sendiri, dimakan sendiri jg :-))

  8. zilko says:

    Belum pernah aku cobain semua aktivitasnya, hehehe 🙂 . Ah, foto makanannya!!!

  9. Lorraine says:

    Panglipuran memang bagus banget ya desanya, bersih dan rapi. Makasih posnya Fe, buat ide kalo lain kali ke Bali lagi 😀

    1. cerita4musim says:

      Ha ha u re welcome mbak

  10. nyonyasepatu says:

    apa kita jadikan aja nih akhir nov/awal Des hahaha

    1. cerita4musim says:

      Udah ada 3 hotel fix free nih :))

  11. zizadesita says:

    Panglipuran dan cooking classnya keren bangget Fe!
    Kapan2 nyobak ah..

    1. cerita4musim says:

      Pengen bgt aku nginep di Penglipuran nya deh sayang gak ada guest house keknya sih

  12. ohdearria says:

    Aduh itu foto makanannya bikin laper sangat Feb! Kopi luwak itu perna nyobain tapi aku ga gitu suka, but mister hubby likes it. Sayangnya ga bisa dibawa masuk ke Australia, waktu itu uda beli eh dibuang dong pas harus declare di imigrasi Perth…:( 😦

    1. cerita4musim says:

      Upload foto nya jg kebawa perasaan nih mbak ha ha ha

      Duh sayang bgt yah, disini imigrasi plg top deh, males meriksa, aku bawa cabe 2 kilo lewat2 aja tp yvan sih yg bawa koper nya, mereka seringnya nahan gw drpd yvan :))

  13. Puji says:

    Jadi pengen sate lilit 😦

    1. cerita4musim says:

      Jd pengen makan sate lilit dan makannya di Bali ya Jiiiii

      1. Puji says:

        Poin yang paling penting emang yang kedua Mba Fe wakakakaakk.

  14. denaldd says:

    Fe, nama desanya aja sudah bikin lapar, Laplapan 🙂 pengen langsung nyambel trasi, apalagi lihat foto-foto hasil masakannya. Yuummm :)) Enak banget tuh pasti makannya hasil masakan sendiri dari peserta.

  15. nengsyera says:

    Ahhh pas banget kak feb…
    Aq sm keluarga ada rencana ke Bali tgl 25 Agustus tahun ini..
    Td lagi pusing mkirin ngapain aja slama sminggu di Bali dg bwa rombongan keluarga.
    Pucuk dicinta ulampun tiba,kak febi menulis akan hal ini.
    Bisa aq jadiin pertimbangan 😍
    Makasih kak

  16. Haduh itu foto makanannya bikin rindu Bali. Aku gak bisa masak makanan Bali, jaman mahasiswa kalau urusan masak-masak makanan Bali yang ngurus pasti para cowok-cowok, yang cewek sibuk bersama janur.

  17. Cichaz.com says:

    Aku baru denger itu nama desanya. Emang aku masih mainstream banget sih kalau ke Bali.. Ke situ lagi situ lagi.
    Bali emang ngangenin bikin pengen balik lagi. Selalu ada alasan untuk jalan-jalan ke bali hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s