For The Love of Summer

Related post : For The Love of Spring

Selama traveling biasanya kita menyakini bahwa tanaman-tanaman di rumah akan dijaga dan diberi air dari langit selama kita gak ada untuk menyirami mereka. Sejauh ini baik-baik saja, walaupun memang sih biasanya kalau summer kita justru gak traveling menghindari high season, kecuali terpaksa banget karena kaki gatel, namun itu pun gak pakai lama, maximum long weekend saja.

Hari ini panas matahari lagi terik-teriknya, 35 derajat celsius, kalah kan yang di Jakarta?:p Tiap pagi suami saya bangun tidur langsung siram kebunnya yang petite itu, karena di pagi harilah tanaman akan menikmati air dengan maksimum, jadi untuk kamu yang sering rajin siram tanaman perlu diperhatikan juga kapan waktu terbaik untuk menyirami mereka, karena logikanya air yang disiram akan langsung meluap jika tanah masih dalam keadaan panas, maka waktu yang terbaik untuk menyiram adalah saat pagi ketika udara masih adem.
Suka perhatiin gak sih petugas tanaman di Jakarta yang sering nyiram tanaman siang-siang bolong? Sebenarnya yang mereka lakukan itu useless, tanaman gak menikmati disiram saat matahari masih terik. Nah suami saya tuh suka kesel sendiri kalau ngeliat aksi penyiraman tanaman di Jakarta, masa sih saya disuruh kasih tahu ke petugas itu..yaelah masss!!

Balik lagi ke our petite jardin, pas setelah kita pulang dari liburan kemarin, ternyata semuanya bertahan hidup lho, khususnya di pot yang bikin kita kuatir karena kan sumber pencairan air mereka hanya karena kita yang siramin atau hujan.

5 tanaman Hortensia saya pun mulai colouring, my recent fave flowers, ditanam pada 2 dan 3 tahun yang lalu, dan seperti biasanya di tahun pertama mereka masih adaptasi lalu di tahun berikutnya baru deh menggila. Saya perhatiin banyak banget kelopak yang siap mekar dalam hitungan hari ini.
5 tanaman Hortensia itu berwarna biru, pink pucat, fuchsia, putih, dan satu lagi pink keunguan, gemes deh kayak candies bunga-bunga ini 🙂

Hortensia biru ini sudah berusia 3 tahun sejak ditanam di taman, tahun lalu sudah menggila bunga nya, tahun ini lebih besar dan banyak lagi 🙂

aslinya warna pale pink sih hortensia yang ini, asli deh cute banget…

white hortensia

in real, tinggi nya sudah sebetis lebih 🙂

ini hortensia yang fuchsia

Yang unik dari bunga Hortensia itu kita bisa buat warna bunganya jadi berbeda dari asalnya lho, tergantung dari kadar zat asam yang ada di tanah. Semakin kadar asam tanah tinggi maka bunga yang awalnya pink akan berubah menjadi biru. Tinggal letakkan saja kupasan jeruk atau kulit telur di tanah nya. Magic trick ini tidak berlaku pada Hortensia berbunga putih.

Sekarang saya masih nunggu bunga terompet (Incarvillea), bunga kembang sepatu (hibiscus) dan bunga matahari yang belum muncul, biasanya mereka muncul di kloter terakhir 🙂

sisa-sisa papaver ungu, sekarang udah pada ketiup angin bunga nya 🙂

1st attempt nanam onion flower

Advertisements

47 thoughts on “For The Love of Summer

  1. joeyz14

    Cantik2 banget bunganya. Baru tau itu namanya hortensia. Jadi ingat di bukur cerita TINI ada tokoh namanya nyonya Hortensia sinpenjahit baju. Hehehe…
    I wish bisa tanem2 bunga nanti kalo dah pindah rumah.

    Reply
  2. denaldd

    Feee, hortensianya bagus baguuss. Yang pink favoritkuu *ya secara punyanya baru Pink, putih dan biru haha. Btw, dulu pas pelajaran Biologi, guruku bilang jangan menyiram tanaman pada saat mereka sedang proses fitosintesis soalnya bikin tanaman mati. Ibaratnya orang lagi masak trus disiram :))) bener, suka heran dengan petugas yang nyiram siang2.

    Reply
  3. nyonyasepatu

    hortensia aku pengen banget punya tapi udah beli beberapa kali dari berastagi (tempat dingin) dibawa ke Medan ditarok dibawah pohon jambu supaya gak kena matahari tetep mati huhu.

    Reply
  4. adhyasahib

    bunga Hortensia-nya cakep2, asik juga ya punya taman kecil di rmh sendiri, begitu pulang kerja lalu masuk rumah liat taman dengan banyak bunga yg bermekaran langsung berasa rileks 🙂

    Reply
    1. cerita4musim Post author

      suka sedih nya kalau menjelang autumn aja sih krn harus saying goodbye ke beberapa tanaman yang emang bakalan mati for good, tp seneng lagi kalau udah musim semi 🙂

      Reply
  5. zilko

    Iya nih disini juga panas banget. Bikin betah di kantor deh kalo kaya gini ceritanya (soalnya ada AC di kantor, hahaha 😆 ).

    Ah, jardinnya kereenn!!

    Reply
    1. cerita4musim Post author

      iya ai enak emang kalau nyiram jalan yang panas dan berdebu, walaupun biasanya lgs nguap tuh aspal dan airnya lgs kering 🙂 aku suka harum nya 🙂

      Reply
  6. yayangneville

    Feb, baru tadi sore merenung saat melihat bunga Hortensia ku, baru beli hari sabtu sekarang udah menuju kematian. Aku taruh potnya di balkon, Dan akan kena sinar matahari pagi saja. Disiram setiap sore. Apa karena sekarang sore hari masih panas membara? Tapi tanaman yang lainnya baik baik saja😌😥

    Reply
  7. Beby

    Aku dulu sering nyiram kebun mawar ku pas pagi, Mbak.. Tapi ngga tau kalok pas pagi itu waktu yang efektif buat nyiram kembang 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s