Land coffee

Karena belum bisa online lama-lama di Jakarta, padahal sudah gatel pengen cerita waktu gw kopdar sama mbak Yoyen dan Noni dari Indonesia di Amsterdam, jadilah gw reblog aja liputan dari mbak Yo yang seru ini, plus ada cerita di balik asal muasal “kopi darat”

cheers from the humid Jakarta **Buang Jaket:p

Chez Lorraine

Hari Kamis dan Jumat kemarin akhirnya gw land coffee (kopi darat) dengan Noni si nyonyasepatu dan Fe; si empunya blog Jalan2Liburan dan Cerita4Musim.

Sebelum cerita lebih lanjut gw akan jelaskan asal – muasal istilah kopi darat. Pertengahan tahun 1980-an kawula muda rame menggunakan alat komunikasi radio di frekuensi 2 meter. Jadi ada beberapa frekuensi dengan angka ketinggian tertentu yang jadi tempat hang out di udara. Layaknya blogging sekarang, kontak di udara waktu itu juga bisa intensif dan mendekatkan orang.

Etiket di radio amatir waktu itu selagi satu frekuensi rame, ada satu orang yang jadi moderatornya, sekarang serupa dengan admin diforum online. Nah kalo di satu frekuensi rame banyak orang, orang yang mau gabung masuk ikut ngobrol biasanya bilang ‘break’. Si moderator akan mengijinkan dia masuk. Makanya dulu main radio amatir istilahnya ngebreak atau ngebrik.

Menurut peraturan internasional satu orang bicara, setelah selesai dia akan tanya ke lawan bicaranya “Do…

View original post 632 more words

Advertisements

19 thoughts on “Land coffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s