Find The Good in Goodbye

Sewaktu mengikuti cerita meninggalnya David Bowie beberapa waktu lalu gw jadi keingetan sama almarhum papa mertua yang gak sempat gw kenal tapi sampai sekarang cerita mengenai perjalanan hidupnya selalu gw dengar. Apa hubungannya sama Bowie? Jadi pada tahu kan sebelum ia meninggal, ia telah menyiapkan album penutup seakan mengucapkan selamat tinggal, bahkan video clip Lazarus nya aja dibuat seperti ia meninggal dunia.
Gw anggap album terakhirnya ini sebagai penutup portfolionya yang dibuat seperti bab dalam buku, ada kata pembukaan, ada juga kata penutup nya.

Papa mertua gw meninggal juga karena kanker, yup damn cancer, menurut cerita ia bertahan hanya beberapa tahun sejak didiagnosis, hal pertama yang dilakukannya ketika mendengar bahwa ia terkena kanker adalah pergi meninggalkan rumah dan melakukan road trip sendirian, pulang beberapa hari kemudian dan masih dalam tahap sangat kecewa karena apa yang menimpa dirinya, gw ga bisa ngebayangin betapa hancur hatinya to know that he was a very active person.

Menjelang hari-hari terakhirnya ia sempat menelpon client setianya satu per satu, menyampaikan apa yang terjadi, minta maaf jika ada yang salah, dan mengucapkan selamat tinggal. Demikian juga seminggu sebelum meninggal, ia sudah berasa kalau inilah saatnya, ia minta dikumpulkan keluarga dekat dan anak-anak, gw sempat dikasih lihat foto-foto akan perkumpulan keluarga terakhir itu, semua wajah seperti layaknya sedang ada di rumah duka, bedanya ini jenasah masih hidup.

Sampai hari itu pun tiba, hari yang siapapun pasti gak akan pernah siap, hari melepaskan kepergiannya untuk selamanya. Seusai acara kebaktian pelepasan dan pemakaman, banyak yang bilang kalau acara funeral yang baru mereka hadiri adalah salah satu pemakaman terindah.
Sebelum hari itu tiba beliau memang telah menyiapkan liturgi kebaktiannya sendiri, mencari kapel mungil tempat ia ingin disemayamkan, dimana dan bagaimana ia ingin dimakamkan, menulis surat perpisahan untuk istri dan anak-anaknya, sampai memilih lagu yang hendaknya diputar di acara pemakaman itu. Semua dibuat sesuai apa yang ia ingini, lagu-lagu yang diputar adalah lagu-lagu milik Neil Diamond yang adalah penyanyi favoritnya. Dengan musik Neil Diamond lah suami gw lahir dan dibesarkan, seperti soundtrack ketika mereka melakukan road trip, maka lagu Neil Diamond lah yang dipasang, anytime anywhere.

Kadang gw bilang sama suami gw, gimanapun lu masih bisa ya mengucapkan selamat tinggal secara proper karena vonis-vonis dokter itu, I wish i could have that chance too to my belated dad.

-World Cancer Day-
February 4th 2016

Advertisements

27 thoughts on “Find The Good in Goodbye

  1. Binibule.com [Tjetje]

    I never had that chance either because I was too you when my father lost his battle. My mom told me that in his pain, he prayed that no one, not even his enemy, suffers from cancer as it was too painful.

    One day, I hope there’ll be a better medicine for cancer.

    Reply
  2. Dita

    Mungkin kalo dipamitin gitu rasanya lebih rela ya (atau gak juga?!) I never had that chance too mba, makanya sampe skr rasanya masih denial 😦

    Reply
  3. Maya

    May he rest in peace ya mba Fe. Baru kemarin aku kehilangan kolega kantor karena breast cancer. Dia masih muda banget, dan berjuang melawan penyakitnya dengan semangat sebelum akhirnya menyerah kalah. Walaupun kita gak dekat, tapi melihat dia di hari hari akhir hidupnya rasanya sedih banget.

    Reply
  4. joeyz14

    Rasanya pasti lebih rela kalau dipamitin dulu walau ttp sedih pasti. Kalau tiba2 alias ga pakai aba2 tuh yg bikin pingsan2 (in my case…kalau orang batak ada yg meninggal bisa heboh banget kek ada gempa bumi….namanya “mangandungi” artinya ditangisin sepuasnya…)

    Reply
  5. mrspassionfruit

    Cerita yang bagus Feb. Sedih… gimana ya perasaannya orang yang menyiapkan diri sendiri untuk berpulang. Aku pengen baca buku Chrisye-nya Alberthiene Endah tp nggak tega krn dia kan udah tau mau berpulang pas bukunya ditulis ya. Omaku dulu diagnosis kanker tp kankernya belum menyebar dia meninggal duluan (emang jantungnya bermasalah)

    Reply
  6. zilko

    Sungguh indah banget. Perpisahan memang sesuatu yang nggak bisa dihindari, dan perpisahan yang paling ultimate mungkin memang adalah kematian ya. May he rest in peace

    Reply
  7. denaldd

    Sedih Fe bacanya, sekaligus merasakan indahnya Beliau ketika berpulang dikelilingi dengan orang-orang tercinta. Dan sempat berpamitan juga. May He rest in peace. Jadi kangen bapak, karena meninggal mendadak, jadi sampai sekarang nyeseknya masih terasa.

    Reply
  8. justpipit

    Heart bleeding… Ga pernah ada yg siap dengan perpisahan krn kematian (menurutku).. Tp bs menyiapkan perpisahan yang manis, itu membuatku salut.. Papaku pagi masuk RS, sore sudah masuk surga (aminn). Shocking banget. 😢

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s