Travel Storytelling Festival

‘Bagi orang lain, pergi ke negara antah berantah adalah definisi mereka keluar dari comfort zone, bagi saya menuju ke stasiun kereta api sudah merupakan cara saya keluar dari zona nyaman’ begitu kata Blandine Even yang bikin mata udah mau ngembeng aja sepanjang ia menyampaikan presentasinya dalam acara Travel Storytelling Festival yang sempat gw hadiri weekend ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Travel Storytelling Festival

Blandine adalah salah satu pembicara yang memang telah gw rencanakan untuk lihat. Blandine terlahir sempurna sampai akhirnya harus menyerah akan penyakit yang menyebabkan kakinya menjadi lumpuh dan tidak bisa berjalan lagi.

Kondisi yang demikian tidak membuat Blandine berhenti melakukan perjalanan, dengan kursi roda yang beratnya 180 kg itu, Blandine telah berhasil melakukan 40 hari keliling Eropa nonstop ( terinspirasi dari 80 days around the world ), dan sampai saat ini Blandine dan kursi roda nya telah berada di 20 negara.
Rencana di bulan September mendatang ia akan bepergian dengan kereta menuju Cina lalu ke Australia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Blandine Even

Perjalanan Blandine ini dilakukannya seorang diri, orang asing yang ditemuinya selama perjalanan adalah teman nya.

Cerita Blandine ini tentunya sangat menginspirasi, jauh dari kata kasihan terhadapnya, malah yang ada gw kasihan ama diri gw sendiri yang kadang-kadang mikir 2-3 kali jika ingin melakukan sesuatu.

Menghadiri Travel Storytelling Festival ini telah gw tunggu-tunggu hampir sebulanan ini, asli gak sabar banget untuk terinspirasi mendengar cerita para travelers lain yang kalau gw bisa bilang mereka traveling bukan cuma karena alasan foto yang Instagramable, bukan ke destinasi yang tujuannya bikin sirik orang lain, pose dengan selfie stick di atas ketinggian gunung, apalagi menjadi pengen terkenal karena pergi ke destinasi yang buat orang lain hanyalah impian. Nope, cause coba bayangin aja para pembicara2 yang ceritanya bikin tercengang ini cuman punya beberapa ratus followers di social media, ya abis gimana ya pastinya mereka sibuk traveling dan gak mikirin beli SIM Card lokal saat traveling demi cuap-cuap gak penting di sos med.

Selain terinspirasi, gw pun dibuat bangga setengah mati ketika salah satu pembicara : Derek Loudermilk, seorang mantan pembalap sepeda pro dan scientist, menyampaikan presentasinya bagaimana Bali mengubah cara pandangnya dalam hidup, satu per satu slide power point nya menampilkan foto-foto selama ia di Bali dan berinteraksi dengan penduduk lokal disana, tentu saja dibarengi cerita betapa indahnya Bali. Setiap dia nyebut Bali, hati gw ikutan berdegup, nasionalis memang lebih terasa kalau kita jauh dari ‘rumah’ ya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Derek Loudermilk and how Bali changed his life

Setiap pembicara dibatasi waktu 1 jam dan setiap kali itu juga rasanya masih kurang aja, walaupun kadang destinasi yang mereka bahas sudah pernah membawa kita juga kesana, tapi banyak ceritaΒ  yang sukses membuat terharu, it s indeed about the journey and not the destination.

Bukan cuma Derek yang menyelipkan Indonesia di dalam presentasinya, ada lagi pembicara lain, Shalizeh Nadjmi, seorang perempuan keturunan Iran-Amerika yang bercerita bagaimana ia meninggalkan kenyamanannya sebagai seorang diplomat demi bisa traveling keliling dunia dengan cerita yang berbeda, biasanya traveling karena pekerjaan namun sekarang demi mencari kebahagiaan dan kebebasan, bahkan ia bisa kembali mengunjungi Iran, tanah air nya yang tidak bisa dikunjunginya kala masih bertugas di kantor pemerintahan Amerika.

Di antara selipan presentasi nya, ada foto ia berpose dengan SBY dan beberapa menteri Indonesia saat kunjungan kenegaraan saat ia masih bertugas, halah apa pula ini ada SBY segala πŸ™‚

Di sela-sela break time, gak sengaja gw ngelewatin dia, and I thought I could give her a hello dan begitulah akhirnya kita ngobrol panjang lebar, mulai dari Iran sampai Menteng dan Danau Toba, se random itu dan se menyenangkan itu πŸ™‚ Ternyata ada kesamaan antara gw dan dia, sama-sama ke Indonesia tiap tahun, katanya Indonesia negara favoritnya, lho sama dong πŸ™‚

Processed with VSCO with s3 preset
With Shalizeh Nadjmi, from Teheran to Menteng dan Danau Toba, looking forward to read her latest novel soon, many stories taken in Indonesia she said! πŸ™‚

Presentasi selanjutnya adalah presentasi yang sukses membuat kelojotan setengah mati, hadir dari Gunnar Garfors, traveler asal Norwegia yang sudah kehabisan daftar negara karena ia telah mengunjungi 198 negara atau semua negara di dunia ini. Enough reason to make both of us kelojotan kan ya πŸ™‚ Dan Gunnar mengunjungi kesemua negara itu selama 13 tahun, di sela-sela karir nya dengan menggunakan cuti tahunan dan libur nasional.
Gunnar sosok yang jauh dari kata snobs, kita sempat mention2an dan ia dengan ramah menjawab, coba bayangin dengan prilaku seleb sos-med ibukota ? (here we go again:p)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Para peserta duduk santai mendengarkan storytelling dari kursi malas ala pantai, seru banget ya konsepnya πŸ™‚
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pameran foto Instagram, look what I found πŸ™‚

Acara ini sebenarnya diadakan 4 hari berturut-turut, sayang gw melewatkan beberapa hari dan pastinya banyak moment yang gw lewatkan:(

This is the event that I feel like a turning point, membuat gw kembali mengingat apa alasan awal mula kita traveling tanpa merasa dihakimi urusan koper atau backpack, menulis konten cerita perjalanan di blog tanpa harus memikirkan SEO dan tetek bengeknya, berusaha ngobrol dengan orang lokal tanpa ribet megang smart phone kemana-mana.
Hal-hal kecil saat traveling yang kadang gw lupain or that I simply ignore it.

Advertisements

24 thoughts on “Travel Storytelling Festival

  1. Seru rasanya kalau ada kaya ginian aku pasti mau ikutan juga, ya ampun aku lihat derek foto dengan menunjukkan jari ke atas kaya gaya pahlawan bertopeng ingat ponakan aku, setiap holidays dan liat view kece minta di foto dan gayanya kaya gitu…

    Oooh iya waktu aku jalan jalan ke taman sari kemarin, sempat loe ketemu dengan 4 orang rombongan turis asing yang liburan ke sana juga dan luar biasanya tanpa guide mereka jalan jalan bermodal buku panduan, peta dan gadget hebat nya lagi mereka tuli dan bisu karena aku bisa tahu karena mereka bertanya pada aku tanya dimana loket nya dengan cara ditulis di kertas sambil menggejanya..

  2. Pergi ke semua negara? Salute
    Travel sendirian pake kursi roda? Itu canggih, aku kadang aja ga berani tidur di hotel sendirian
    Dan yang cinta Indonesia, aaahhh semoga dia cinta makanannya juga πŸ™‚

  3. kayaknya ada yg travelgasm niih di acara ini, hihihi… pastinya bangga ya lo jadi orang Indonesia kalau negara sendiri dihargai sama bangsa lain apalagi sekelas traveller macam pembicara2 ini…

  4. Terima kasih Fe sudah berbagi cerita tentang Travel Storytelling Festival 😍. Beneran penasaran dan membayangkan pasti menyenangkan hadir disana. Membaca dari twittermu saja tentang acara ini sudah menginspirasi, sekarang baca ceritanya utuh disini, apalagi hadir disana ya 😊

  5. Seru banget sih acaranya! Yup bener banget, mnrt gw sih mereka ini lah “seleb travel” yg sbnrnya. Travelling was never about updating everything on your soc med, sampe2 direlain pusing cari SIM card. Acara kayak gini mungkin perlu diadain di Indonesia utk bangunin para traveler yang udah berasa “sok” πŸ˜›

  6. TFS Fe! Bagus dan inspiratif ceritanya.

    Gunnar sosok yang jauh dari kata snobs, kita sempat mention2an dan ia dengan ramah menjawab, coba bayangin dengan prilaku seleb sos-med ibukota ? (here we go again:p) Ha…ha…ini dia. Orang seperti Gunnar dan pembicara lain di event ini yang layak sekali disebut traveller. Bener-bener explore dan ngga peduli orang baca ceritanya atau ngga di media sosial.

  7. seru dan menginspirasi banget ya mbak Fe acaranya..
    salut banget sama Blandine yang tetep traveling dengan segala keterbatasannya, apalah aku yang masih mikir a,b,c,d kalau mau traveling x_x

  8. ada rasa haru ya ka feb, ktika org lain menyebut-nyebut tanah air πŸ™‚
    acaranya menginspirasi orang-orang utk mencoba travelling keliling dunia dan menyemangati utk keluar dari “zona nyaman” yg mgkn tanpa disadari terasa membosankan.

  9. Ah kebayang pasti terinspirasi sekali ya dateng ke acara itu Fe πŸ™‚ Thanks for sharing your experience! Hehe emang traveling paling enak ya experience the moment bukan sibuk pikirin SEO dan juga update2 sosmed hihihi

  10. “…berusaha ngobrol dengan orang lokal tanpa ribet megang smart phone kemana-mana.” Yeah, this is why I started to do solo traveling, but somehow along the way I sometimes forgot about it.. πŸ™‚

  11. ya ampuun mbak, aku yg baca ceritanya aja di sini ikutan bangga denger Indonesia disebut2 :)..

    Ini kalo acaranya diadain di Indonesia juga aku pasti datang ^o^!! Pengen bgt dgr cerita org2 hebat gini langsung.. Waah, udah ada ya orang yang udah ngedatangin semua negara di dunia :D.. dia butuh 13 thn?? Piye kalo aku πŸ˜€ cuti cuma 18 hr setahun -__-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s