Iran – Visa On Arrival – Argo

Cerita sebelumnya : Hello from Iran!

Kurangnya informasi yang jelas mengenai pengurusan visa Iran bagi pemegang paspor Indonesia menjadi tantangan berikutnya, untung saja ada teman gw yang baru saja pulang dari Iran juga dan memberikan tips-tips nya, really cant thank him enough.

Kekuatiran akan ribetnya pengurusan visa on arrival Iran untuk paspor hijau ternyata tidak beralasan, hanya ada satu kali kejadian ketika akan boarding dari Athena ke Tehran, staf maskapai Aegean Air berulang kali memastikan kalau paspor Indonesia gw benar-benar bisa mengajukan Visa on Arrival di bandar udara Imam Khomeini. Seapesnya kalau gw ga bisa terbang ke Iran, ya udahlah kita lanjut liburan aja pindah destinasi ke Santorini lagi atau Mykonos. Ya kalii! :p

[ Panduan Mengenai Pengurusan Visa on Arrival Iran Bagi Pemegan Paspor RI, bisa dibaca disini ya ]

Selama duduk di boarding room itu gw mulai mengamati sekeliling, kebanyakkan calon penumpang adalah orang keturunan Iran yang sepertinya baru selesai berlibur, entah apakah mereka orang Iran yang tinggal di negara lain atau benar-benar pemegang paspor Iran dan tinggal di Iran, karena setau gw orang Iran masih susah sekali untuk traveling, paling top itu ke Istanbul dan Dubai, penumpang lainnya seperti bule-bule expat yang akan business trip ke Iran.

FullSizeRender(1)

Pesawat yang kita tumpangi lumayan kosong sehingga kita duduk hanya berdua dari yang mestinya bertiga, di seberang deretan kursi ada sejoli yang lagi asyik sendiri, dari tampangnya mereka orang Iran, yang cewek pakai kaos lengan kutung dan asik ciuman mulu, kok gw meratiin aja sih :p

Pesawat yang kita tumpangi berangkat jam 10 malam dari Athena dan tiba jam 3 pagi di Tehran, jam-jam paling ngeselin untuk landing, asli berasa zombie banget. Tapi ya seperti inilah waktu penerbangan di Iran, rata-rata berangkat subuh dan juga landing nya subuh, katanya supaya bisa langsung beraktifitas. Pfiughhh!

Memasuki airspace milik Iran katanya dress code sudah mulai berlaku, tapi ternyata gak tuh, bisa jadi karena ini bukan maskapai Iran Air, bahkan sampai landing pun pramugari2 nya Aegean masih pakai rok ketat dan kemeja tanpa lengan, mereka juga tidak menginformasikan bagaimana wajibnya para penumpang harus berpakaian.
Beberapa penumpang gw perhatiin mulai bergegas ganti baju yang lebih sopan, yang pakai celana pendek langsung pakai celana panjang dan yang masih belum pakai kerudung pun mulai melipat-lipat syal mereka di kepala, pasangan exhibitionist di sebelah pun begitu juga, dari yang sepanjang penerbangan ciuman mulu, sekarang lebih anteng dan udah pakai cardigan 🙂

Berjalan menuruni tangga pesawat lalu ke bus yang mengantar para penumpang ke terminal kedatangan rasanya gak percaya kalau kita sedang berjalan di tanah milik Persia. Iran! Negara yang terinformasi dari media sepertinya penuh dengan tidak kepastian, perang, fanatik berlebihan, negara yang terkena embargo dan sama sekali bukan negara untuk pelancong. Seperti biasa suami gw agak emosional, trip ke Iran ini adalah hadiah ulang tahun nya dari kita berdua,  mengunjungi Iran pun menjadi kenyataan.

Visa on Arrival dan pengurusannya lancar jaya, sebenarnya bisa lebih lancar tapi informasi di loket kita harus kemana dan ngapain gak jelas, jadinya agak sedikit memakan waktu, ditambah lagi ada beberapa pendatang yang juga memerlukan visa on arrival.

Buru-buru kami ke loket imigrasi setelah pengurusan Visa on Arrival kelar, gak pakai lama, hanya stempel dan selesai. Selanjutnya mengambil tas tapi kok tas gak keluar-keluar juga, asli gak kebayang kalau tas kita sampai nyasar deh. Waktu itu ada cowok dari Latvia dan ibunya yang juga bareng kita nyari-nyari tas mereka, sampai akhinrya dikasih tahu kalau pengambilan bagasi Aegean Air ada di terminal A which is 200 meter an dari loket imigrasi, buset kurang jauh gak sih. Kita lari-larian kesana karena kita masih mesti ngejar pesawat domestik dari Tehran ke Shiraz dan terbangnya dari bandara Mehrabad yang letaknya 30 km dari Imam Khomeini.
Backpack suami gw udah tergeletak aja di lantai, iya kita cuman bawa 1 backpack plus ransel medium supaya lebih efisien.
Urusan tas selesai, kita menuju ke money changer yang ngantrinya warbisayak. Nama boleh bandara Internasional tapi money changer hanya 1, dan bank-bank lainnya yang juga kelihatan beroperasi namun tidak melakukan penukaran valuta asing, literally : Welcome in Iran !

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dari bandara Imam Khomeini ke Mehrabad ini gak ada shuttle bus ataupun kereta, naik taksi satu-satunya pilihan.
Tahu film Argo yang dibintangi Ben Affleck gak? Nah film itu kan atas dasar kejadian yang sesungguhnya ya (katanya!), untuk yang nonton pasti inget di akhir film ini si Ben Affleck dan beberapa orang kedutaan Amerika yang ditawan mengelabui keimigrasian di bandara sampai akhirnya mereka berhasil terbang keluar dari Iran dengan Switzerland Air. Dan dari bandara Mehrabad inilah mereka terbang nya.
Pas kita tiba di Mehrabad dengan taksi, langsung clingak clinguk membayangkan diri sedang berada di tengah-tengah adegan film Argo. Selama di Iran, kita nyebut dan ngebahas ‘Argo’ dengan singkatan ‘A’, karena kasus ini dan film nya masih sensitif dibahas di Iran.

to be continued…..

Advertisements

32 thoughts on “Iran – Visa On Arrival – Argo

  1. Rangiruru

    Saya ingat kenalan Iran saya dengan bangga menyebut tanah kelahirannya Iran the land of Noble saya cuma ber “ohhh… Manggut2 ga ngerti :D, beneran selalu pengen kesana pengen lihat sebenranya iranian dan tanah persia seperti apa :).

    Reply
    1. cerita4musim Post author

      Masa kejayaan Iran/Persia emang udah lewat sih Ji, tp peninggalan nya itu super keren, gimana gak keren kan kalau daerah jelajahnya aja dari Yunai sampai India 🙂

      Reply
  2. NisadanChicco

    aku penasaran sama postingan selanjutnya Mba..selama ini aku taunya Iran itu ya negara konflik dan “jelek” sampai pas aku ketemua sama istri bosnya Chicco yang asli orang Iran .Dia cerita Iran gak sejelek kaya gembar gembor pemberitaan Int or media barat. dia kasih tunjuk foto2 negaranya yang aduhai cantik2 , banyak turis berkunjung dll…trus pas liat IG mba fe juga kok jauh dari kesan negara “jelek”…taunya emang bagus ya mbaa…aku ama Chicco jadi pengen kesana hihihihii

    Reply
    1. cerita4musim Post author

      Iya Niss emang banyak propaganda media mengenai Iran, politiknya bisa dibilang memang gak bagus2 banget karena rezim nya, tapi sebagai turis banyak sekali sightseeing spot nya 🙂

      Reply
  3. Lorraine

    Kebayang deh si Ragnar gimana begitu mendarat di airport, it’s amazing!!! 😀 Ah ini airport yang sama untuk orang USA pulang di film Argo? Gimana securitynya, apa ribet diperiksa?

    Reply
    1. cerita4musim Post author

      Sekarang Ragnar kalau ngomong Amazing’ pake aksen nya Paloma Faith, ih genggeus dengernya tau mbak 🙂

      Security di Iran hampir gak ketat mbak, padahal pasca bom Istanbul lho pas kita balik, cowok cewek dipisah ruangannya terus digrepe2 ama polisi cewek hahaha

      Reply
  4. Crossing Borders

    Ah ini dia post yg dinantikan dari dirimu setelah lihat foto-fotonya di IG..😀👍🏼Seru banget perjalanannya.. Aku juga nonton Argo.. Dan ikutan deg-degan pas adegan ninggalin bandara Khomeini itu loh..😱 Aku tunggu lanjutannya ya..

    Reply
  5. zilko

    Hahaha, yang pindah bandara itu memang aku sering dengar cerita dari beberapa kenalan yang pernah ke Iran. Mereka bilang kalau mau ke Shiraz udah mendingan terbang langsung aja kesana ga perlu via Teheran soalnya di Teheran transitnya mesti pindah bandara segala, ribet, hahaha 😆 .

    Ah, tapi senang deh membaca proses pengurusan VoAnya lancarr 😀

    Reply
    1. cerita4musim Post author

      tadinya juga mikir gitu mau lgs terbang ke Shiraz dari Istanbul ( which is untung gak ambil flight ini karena pas bgt waktunya sama bom Istanbul airport ), tapi gak ke Tehran keknya gak afdol juga 🙂

      Reply
  6. ohdearria

    Very interesting. Aku punya teman yg berasal dari Iran, dia selalu bilang kalo Iran itu cantik negaranya👌🏻 Menunggu cerita selanjutnya Feb👌🏻

    Reply
    1. cerita4musim Post author

      Iya kebanyakkan propaganda media yang cerita busuk2nya, jadi kita kemakan berita ya.
      Iran itu seperti Swiss nya padang pasir kalau aku bilang, dikelilingi gunung tp sayang aja gak seasri Swiss krn gurun 🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s