Review Nonton Fifty Shades Darker

1

Eh ciyee ceritanya gw nonton film ini tadi malam, niat sih beli tiketnya di hari pertama avant premier, kalau dilihat tanggal 7 February 2017 udah main, lumayan cepat juga ya.

Well anyway karena gw gak minat baca bukunya, review nonton film nya ala dummy aja ya.  ( baca disini review Fifty Shades of Grey )
Dibuka dengan adegan Anastasia yang saat itu sudah putus dari Christian, dan dalam rangka pengen ngajak Anastasia balik lagi, si Chris ngirimin hadiah macam-macam ke apartement Anastasia, adegan ini diiringi dengan soundtrack pembuka : The Scientist nya Coldplay, tapi sayang versi nya Corinne Bailey Rae ini mendayu2 lebay, though the lyric suits very well.
Semenjak memutus kontrak untuk gak mau jadi sex partner-slash-slave nya Christian lagi, Anastasia melanjutkan kehidupan sehari2nya dan dapat kerjaan di kantor Seattle Independent Press. Di kantor yang baru ini, Anna jadi personal assistant nya Jack Hydde, player banget deh ceritanya orang ini sampai banyak asisten sebelum Anna yang pada gak betah, dimana udah pasti si Anna jadi incaran Hydde juga.

Dibalik usaha Christian untuk dapetin Anna lagi, make a long story short mereka pun jadi couple lagi, tapi kali ini Anna gak mau pake kontrak.
Baru jadian, Anna dapet kado lagi dong, pas dibuka MacBook baru dan iPhone rose gold, halahh bisaan banget deh ( katanya kalau di bukunya si Anna mau dikasih Audi juga tapi dia nolak ), begitupun cek USD 24.000 yang dirobek sama Anna, karena tahu Anna robek cek itu, si Chris langsung minta asisten nya untuk transfer langsung ke rekeningnya Anna, si Anna yang bengong (atau tolol ya?) wondering kok Christian tahu nomor rekeningnya dia.

  • Kemaren pas gw balik ke rumah setelah dari bioskop, di TV nasional pas lagi ada talk show dan salah satu issue nya adalah membahas film ini dari kacamata seorang Sexologist, menurut dia film 50 Shades Darker ini masih dalam zona ‘biasa’ aja, bukan erotis apalagi porno. Yang kocak dia bilang ‘Saya tidak melihat ada testikel di sepanjang film 2 jam itu, jadi saya kecewa’ hahah kocak banget, tp emang bener sih apa yang dia bilang, film sepanjang 2 jam itu masih didominasi aurat perempuan.

2

Adengan Paling Romantis
Waktu Anna & Christian naik kapal dan di suatu pulau ada rumah bagus banget, terus kata Christian “aku bisa beli untuk rumah masa depan kita berdua, kalau kamu mau”, halahhh klepek2 🙂 Lah ini adegan paling romantis atau paling matre sih hahaha gak deng, tapi bener deh ini adegan yang lumayan romantis selain ditampilkannya sisi kota Seattle pas musim semi. Dan disinilah soundtrack I dont wanna live forever nya Zayn & Taylor juga diperdengarkan.

78

Ngomongin soundtrack, I love all of the songs, kalau punya Apple Music download deh, udah ada disana album soundtrack nya.

Paling Syur
Dan untuk adegan versi ini, yang menurut gw lumayan syur adalah adegan ketika Christian minta Anna untuk open her underwear during dinner time in the restaurant, anjrit deg2an ceunah, bayangin coba gimana dia buka nya 🙂 Dan adegan selanjutnya setelah ini, gw ga cerita deh ya, go watching ! 🙂

4

Troublemakers
Intrik yang ada di film ini adalah dengan menghadirkan boss Anna, Jack Hydde, sebagai penggangu hubungan mereka. Si Anna sempet mau diperkosa segala, udah gitu keknya di sequel selanjutnya Jack bakalan bales dendam ke Christian karena Christian mecat dia, iya si Christian mengakusisi perusahaan Anna kerja jadi bisa mecat siapa aja di perusahaan itu, namanya juga dominant person ya, will do anything untuk menguasai pasangannya juga, berhubung Christian seorang bilyuner ya yang ada gampang aja beli2 perusahaan tempat pasangannya ngantor 🙂

5

Selain Jack, ada juga Elene Lincoln, tante girang teman mama angkatnya Christian yang merebut keperjakaan Christian saat dia berusia 15 tahun. Elene ini dimainkan Kim Basinger, yang menurut gw gak cihui secara pas dengar gosip casting ada nama Charlize Theron juga yang mana physically lebih menarik lah ya daripada Basinger.

8

Leila Williams, seorang submissive dari masa lalu Christian yang meneror Anna, juga masuk di dalam daftar troublemaker di film ini.

3

Sayangnya semua penggangu ini diberikan slot yang singkat, jadi semacam gak kelar gitulah akting mereka.

Begitulah review ala-ala film Fifty Shades Darker ini, lumayan menghibur in terms of its soundtrack dan pemandangan lokasinya selama film ini diputar, jalan ceritanya seperti sequel sebelumnya, ya biasa aja sih. You’re welcome :p

Note:
All gifs are from google and here

Advertisements

19 thoughts on “Review Nonton Fifty Shades Darker

  1. Sebenernya aku gak pengen2 banget sih kak Fe untuk nonton 50 shades of grey jadi kalo nonton film ini aja tanpa pendahulunya gak papa kan ya? Masih bisa nyambung kan ya 😀
    Soalnya kok malah lebih penasaran sama yg ini setelah kak Fe cerita

  2. Sebenarnya nggak terlalu suka 50 shades of grey, tapi penasaran juga. Hahaha. Btw, itu Christian diidolakan karena baru pacaran aja udah kasih Macbook, Iphone, sama rumah ya. Hahaha.

  3. Kelanjutannya fifty shades of gray-nya. Baru tahu lanjutannya sudah diputar di bioskop, padahal baru kemarin di kantor aku bikin joke tentang fifty shades of gray >.< , ahahahah 😆

  4. Niiihhhhh sebelom 50 shades darker keluar di bioskop, di channel lokal diputer doooong si 50 shades of grey. Pengen nonton nih, cari yang megang bocil dl.. keluar bentar aaaah makin pnasaran abisnya baca ini mbak Feb :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s