World Cup 2018 and Its Ambiance

Untuk kamu-kamu yang suka nonton bola dan tinggal di Jakarta, inget gak sih pas trend nonton bola bareng itu dimulai, keknya kurang lebih akhir tahun 90an kali ya, bersamaan juga sama tren warung tenda yang buka tiap malam. Karena lagi demam Piala Dunia kek sekarang, seru aja inget-inget nostalgia jaman-jaman dulu begadang nonton bola bareng di Champions Cafe di Kemang, iniΒ  cafe pertama khusus sport dan selalu rame kalau pas acara olahraga digelar.

Talking about soccer, genetik di keluarga gw kebanyakkan cowok, ya kakak, ya sepupu, keknya cowok lebih banyak daripada yang perempuan, ini berlangsung terus sampe generasi cucu-cucu bokap nyokap. Ini ada hubungannya sama nonton bola sih ya jadinya, bola udah pasti jadi obrolan apalagi sekelas Piala Dunia, Piala Eropa atau final premiere league ( even till now, whats app group gak berenti tiap ada pertandingan ). Gw jadi tahu peraturan bola itu gimana, striker top itu siapa, sampe pemenang golden shoes. Dan udah pasti ikutan nonton bareng sampai begadang kalau team favorit main, termasuk ngikut sampe nonton di Champions cafe. Bokap yang biasanya ga ngijinin gw pergi tapi khusus nonton bola dibolehin, dengan catatan harus nonton sama sepupu-sepupu cowok dan harus diantar pulang pergi depan pintu rumah.
Biasanya kalau udah nonton gini, sampe terngantuk-ngantuk di sekolah besok paginya tapi bahagia banget.

Sejak tahun 2014 akhirnya gw ngerasain punya team favorit yang adalah negara yang gw tinggalin sekarang dan bukan negara orang lain, apalagi Belgia sempat berada di posisi No 1 FIFA juga lho ( per hari ini, ada di posisi No 3 FIFA ), boleh lah ya bangga dikit. Suasana disini tuh beda banget, orang Belgia menurut gw kurang nasionalis dan gak perduliaan ama negaranya, dalam arti kata lu bakal jarang banget nemuin mereka pakai atribut bangsa saat mereka keluar rumah, ini beda banget sama orang Belanda yang bangga dengan warna orange nya itu. Tapi sejak Piala Dunia ini digelar, gw lihat mereka mulai menunjukkan identitas nasionalisnya, mulai dari anak-anak kecil piyik sampai yang tua-tua, semua bangga pakai atribut merah hitam kuning kayak seragam nasional πŸ˜‰
Hmmmm, for instance my husband sih ya, there s no way dia mau nonton bola, tapi ini berubah sejak selain pengaruh gw juga, tapi juga dia liat di sekelilingnya orang-orang mulai menunjukkan kebanggaan akan negaranya. Semoga gak diartikan salah ya penuturan gw ini, gak menunjukkan kebanggaan bukannya gak bangga lho, hanya mungkin they keep it low.

41360992780_03532b6d86_o

Jadi siapa nih yang ikutan seru-seruannya nonton Piala Dunia ? Selain Belgia, I m rooting for Iran and Iceland. Kalau Iran keknya harus aja disupport, selain Brazil dan Belgia, negara berikutnya yang lancar tembus dari babak penyisihan itu adalah Iran bo. Sebagai negara yang pernah kena boikot politik sana sini, I hope they are shinning in the green fields, sayangnya harus pulang setelah gak masuk 2 besar di grupnya.
Sementara Iceland, untuk negara dengan populasi sekitar 300.000 an orang dan selalu dingin cuacanya, mereka bisa tembus Piala Dunia tahun ini, wagelagaseh! Dan ini tahun perdana mereka bisa ada di Piala Dunia. Again, tooΒ  bad, mereka harus selesai juga di babak penyisihan grup. But one thing for sure, Iceland brought such a great vibe dengan viking clap nya yang bikin satu stadion menggema, keren abis !


( video klip ini dibuat sutradara aka kiper team Iceland , another fun fact about Iceland, pelatih mereka juga dokter gigi )

Untuk Asia, so far yang bikin terharu grup dari Korea Selatan, karena udah jelas-jelas mereka gak akan bisa lanjut karena beberapa kekalahan, tapi semangat mereka untuk menangin satu pertandingan saja melawan negara No 1 FIFA ( Jerman ) itu sumpah so sick, entah beli dimana stok semangat yang mereka punya itu, semangat main sampai titik darah pertandingan berakhir dan memperkosa Jerman abis2an. Absolutely joy to watch !

1

Oh well well, sepakbola itu memang hiburan untuk segala usia, nontonnya gratis, mainnya seru, aksinya keren, dan ditonton dari orang yang tinggal di perkotaan sampai yang tinggal di atas penggunungan, dengan kata lain bola ini sebenarnya ajang mempersatukan πŸ™‚

e58b3a3b6f2215cdc8a5617935c6c517
Children playing soccer in Uganda

 

all pics: google.com

Advertisements

16 thoughts on “World Cup 2018 and Its Ambiance

  1. Eh itu gambar tintin dan naruto (atau dragon ball? 😝) kereeen. Aku juga sukaaak iceland meski pas euro cup lalu dia ngalahin si Inggris kesayangan hahahaha, kayaknya takjub aja dari negara dengan penduduk kurang dari setengah juta bisa jadi tim yg berlaga di piala dunia. Dan baca baca itu pemain sepakbola Iceland pada punya kerjaan utama lain kan selain pemain sepakbola hihi

    1. Iya seru bgt ya Iceland itu team nya, aku follow IG striker Iceland dan mereka bangga walaupun harus pulang ke rumah lagi. Ya iyalah ya prestasi jg udah sampai babak penyisihan sih πŸ™‚

    1. Lini nya lagi kuat mereka Ji, tiap pemain punya kans jadi striker dan bikin gol, playernya premier league sih ya mayoritas dr mereka.
      We ll see sama Brazil, berat tp keknya mereka PD aja pas diinterview haha

  2. piala dunia kali ini enak
    tetangga saya nobar tiap malem
    lingkungan jadi lebih aman
    soalnya ada yang “njagain”
    hehehe

    ijin follow ya

  3. Aku ngikutin skornya aja dr twitter haha.. tapi kalau baca di backpacker grup, banyak juga sih yang nonton di pub2 gitu, cuma kebanyakan yang pada holiday atau whv di NZ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s