#IVFJourney Setiap Obat Ada Cerita

Hari ini ada waktu segang sedikit buat bersih-bersihin laci berisi obat-obatan, rencananya mau gw rapiin dan buang-buangin. Dari sejibun obat-obatan itu hampir semuanya obat dan suntikkan selama gw menjalani program bayi tabung atau IVF. Sisa-sisa obat ini adalah dari cycle terakhir yang gw jalani dari awal tahun lalu dimana sempat break karena waktunya dipakai untuk liburan.

Sebenarnya gw mau cerita A to Z mengenai program IVF ini, tapi saking lamanya udah sampai 6 tahunan, kok ya udah capek duluan ya. Anyway, setelah 6 tahun jadi pejuang IVF, kalau di instagram hesteknya #IVFWarrior, akhirnya our family is expanding. We have a baby boy yang sekarang berusia hampir 4 bulan hasil dari IVF cycle ketiga dan embrio ke 11 atau 12 yang berhasil jadi positif, yup setelah 6 tahunan berhadapan dengan semua program dan obat-obatan ini akhirnya ada hasil positif. God is good!

Katanya kita harus buang barang-barang di dalam rumah yang tidak punya sentimental reason, to be honest semua obat2an ini having those reason, a bittersweet one. Gw liatin satu-satu obat itu, semua namanya hapal di luar kepala, pastinya semua pasien IVF juga akan sama kalau denger obat Pregnyl atau Ultragestan adalah berfungsi untuk apa. Sementara itu suntik-suntikannya masih rapi jali di dalam kulkas yang kemudian gw keluarkan dan gw buka satu-satu. Kadaluarsanya masih lama, masih sampai tahun 2023.

Setiap obat punya cerita, walaupun semua sedih, tapi sekarang berakhir bahagia. Suami gw tiba-tiba berdiri di samping dan gw bilang makasih karena dia selalu ada selama perjalanan ini, dalam kurun waktu 6 tahun itu, ga pernah sekalipun gw ke rumah sakit atau laboratorium sendirian (menjalani program ini, bisa tiap hari atau dua hari sekali ke RS) dan dari puluhan suntikkan yang mendarat di perut gw, hanya sekali gw melakukannya sendiri karena kebetulan suami gw pas lagi bener-bener gak bisa ninggalin kerjaan, sisanya selalu dia ada di jam yang wajib ditentukan.

Pernah suatu saat ada tiba-tiba gw ditelpon mesti ambil obat suntikkan di rumah sakit (gw berobat di UZ Brussels, sekitar 23 kilometer dari rumah), dan apotik di RS sudah hampir tutup, demi obat yang harus gw suntikkin ke perut beberapa jam kemudian, suami gw nyetir di bahu jalan dari rumah sampai Brussels saat rush hour, gak kebayang kalau pas ada polisi yang lewat, sementara itu gw di rumah setia menanti berharap apotik belum tutup, karena kalau tutup, mesti pasrah nunggu cycle berikutnya di bulan berikutnya. Tiba-tiba dia video call sambil nunjukkin cold box berisi obat yang gw perlukan tsb, dan sampai sekarang thanks God gak ada surat denda nyetir di bahu jalan itu πŸ™‚Β  Yeahhh itu hanya satu dari sejuta cerita mengenai obat-obatan ini.

now it s time to say goodbye for those heartache moments, gw buang semua obat-obat dan suntikkan2 itu di kotak obat dan masuk tempat sampah, tapi kali ini with a happy feeling sambil dengerin suara our summer baby boy as the backsound πŸ™‚

25 thoughts on “#IVFJourney Setiap Obat Ada Cerita

  1. Ini aku yang kudet atau gimana kok baru tahu kamu udah punya anak mba feb, aku emang jarang ngeblog juga sih hehehe,,, congrats ya,,, sehat2 baby boy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s