Category Archives: Cerita Fe

Berita Hangat

Gw seneng banget nonton berita dari saluran televisi lokal di Belgia, biasanya kita berdua nonton yang berita jam 7 malam, kadang beritanya kita hold dulu untuk sesi makan malam, selesai makan baru deh nonton berita bareng sambil diskusi mengenai berita aktual yang sedang terjadi di dunia, ini jadi ritual yang kita lakukan pas di rumah, untuk sebagian orang mungkin nonton berita di TV itu old school sekali dan lebih prefer nonton film seru, tapi buat kita penting juga karena jadi tahu apa yang terjadi di luar sana, I simply gak mau kelihatan bodoh when people talking about recent issues, apalagi untuk menentukan destinasi traveling kita selanjutnya, wah penting bgt tahu apa yang terjadi di dunia bagian lain.

Mengenai berita di TV lokal, dari awal gw selalu suka penampilan para penyiarnya yang terlihat low profile, no make up make up untuk penyiar perempuannya dan untuk prianya banyak juga yang udah usia hampir pensiun, mirip lah sama Dunia Dalam Berita jaman dulu di TVRI. Penampilan mereka yang bersahaja bikin kita betah nonton berita, demikian juga intonasi yang dipakai, kalem dan gak lebay.

Karena udah terbiasa dengan berita yang seperti ini, gw bisa mendadak pusing kalau nonton CNN karena bedanya kayak langit dan bumi, tipikal CNN yang sepertinya heboh banget kalau ada breaking news misalnya, omg gw berasa lagi ada Perang Dunia III hanya karena intonasi penyiar yang kek dikejar2 aliens, kadang berita yang disampaikan juga belum tentu sesuai kayak di TKP tapi demi ngasih berita duluan dibanding TV lain, bisa banget lho mereka nyampein berita yang ga pas. Ini kejadian banget pas tragedi bom di Brussels Airport beberapa waktu lalu, lah berita di TV lokal aja belum ada berita si pelaku ketangkep, lho di CNN malah udah ada beritanya, dan as you know berita itu salah aja dong. Gokil kan! Ini baru satu berita yang emang bener2 kita ikuti lho ya, gimana berita2 lain coba.
Selain berita di TV lokal, kita biasanya lebih cenderung dengerin BBC dan Al Jazeera , lalu kalau mau ngakak-ngakak biasanya ke RT atau Russian TV, sungguhlah RT ini bagaikan TV One kalau di Indonesia kali ya, beritanya bisa dibolak balik sesuai kehendak tuh TV aja, biasanya kita ketawa2 kalau nonton RT ini.

Di balik berita-berita aktual termasuk segmen prakiraan cuaca yang jadi favorit banyak orang, gw suka juga segmen-segmen yang bikin hati hangat, ini banyak banget deh berita kek gini yang biasanya merupakan berita regional ya, seperti misalnya ada presenter dokumenter Belgia yang khusus meliput berita di medan perang, mengumpulkan sumbangan berupa alat musik untuk kemudian ia bawa ke Mosul Iraq, untuk yang gak ngikutin perkembangan teroris ISIS di Iraq, kota Mosul ini telah bersih dari ISIS dan kota mereka benar-benar berantakkan gak keruan, ya iyalah ya namanya juga abis perang.

Nah si presenter dokumenter ini membawa lebih dari 500 instrumen2 musik hasil sumbangan dari orang2 di Belgia untuk diberikan ke akademi musik di Mosul, pas ke Iraq dia ditemani oleh penyanyi muda Belgia keturunan Maroko, sambil nyanyi dan ngobrol dalam bahasa Arab di dalam ruangan musik yang luluh lantah, duh lihatnya terharu banget pas ngeliat orang2 Iraq nerima gitar-gitar, piano (gokil ada yang nyumbang piano bo), biola, cello dan instrumen musik lainnya dengan hati senang, terus mereka nyanyi sama-sama, religion has no border kalau ngeliat moment kek gini. Hmmm, btw orang Indonesia kirim bantuan apa ya btw ? 🙂

Rudi Vranckx Mosul

Sumbangan lebih dari 500 instrumen musik dikirim ke Iraq dengan pesawat tempur militer Belgia

Berita hangat lainnya yang baru-baru aja disiarin di TV adalah mengenai seorang profesor peneliti penyakit tumor di Universitas Leuven ( largest & oldest Uni in Belgium ) , ia mengumpulkan dana untuk proyek penelitiannya. Tragisnya si profesor ini justru dikaruniai anak bontot yang  menderita penyakit tumor, misterius ya rencana Tuhan itu memang, seorang profesor ahli penyakit tumor memiliki anak penyakit tumor.  Anaknya yang kena vonis penyakit tumor otak ini memiliki kans sangat kecil untuk kalau menurut ilmu kedokteran , semoga ada mujizat dari Tuhan, amin!

https-_nieuws.kuleuven.be_en_content_2017_patients-inspire-cancer-researcher-to-run-to-compostela_@@images_image_

Si profesor/ayah ini pun mempunya ide gila untuk melakukan perjalanan ke Compostela Spanyol. Untuk yang beragama katolik pasti tahu rute Santiago de Compostela ini adalah rute para peziarah dan untuk di Belgia yang mayoritasnya beragama katolik sudah sangat familiar sekali dengan rute ini, setiap saat ada saja gereja/balai kota yang melepas penduduknya yang mau melakukan perjananan ziarah ini dan ini adalah ritual yang telah ada sejak ratusan tahun.
Profesor ini pun begitu, ia memulai perjalanan dari alun-alun kota Leuven, dilepas oleh keluarga, mayor kota Leuven, dan media yang juga meliput, tujuan perjalanannya memang sekaligus mengumpulkan sumbangan untuk penelitian tumornya itu. “Untuk anakku dan untuk semua para pasien penyakit tumor” begitu katanya.

Setiap hari selama 32  hari ia melakukan perjalanan sejauh 76 kilometer, antara marathon dan berjalan kaki, dan total perjalanan dari Belgia ke Spanyol adalah sejauh 2400 kilometer di musim panas yang plis jangan ditanya panasnya gimana Spanyol itu.
Sampai akhirnya ia dan team tiba di depan gereja Compostela yang adalah titik akhir dari setiap perjalanan Santiago de Compostela ini. Ia disambut anak bontotnya itu dan istrinya. Kita berdua ngikutin berita ini sambil bercucuran air mata, sementara itu si profesor dan anaknya terlihat bahagia, tentunya arti bahagia yang mereka deskripsikan sendiri.

Johan Swinnen Post voor Compostela 1_3

Santiago de Compostela Trip

1fc494a0-9fcc-11e7-8a4b-83bbb7e0f644_web_scale_0.0365497_0.0365497__

Arrived in Compostela

Karena sepanjang perjalanan ada media yang ikut dia berjalan dan maraton dari Belgia ke Spanyol, gw berharap suatu hari nanti ada TV series nya, karena beberapa kali gw nonton TV series tentang orang2 yang melakukan perjalanan ziarah ini rasanya ikut bahagia di luar konteks keagamaan dan lebih pada sisi kemanusiaan.

Rata2 mereka ini memang humble2 banget, setiap harinya dilalui dengan aura positif dan setiap malam selalu mendapat penginapan di rumah2 penduduk di sepanjang rute Compostela, terasa banget kalau mereka jalan bukan sekedar mau ‘menaklukkan’ tapi lebih ke pengucapan rasa syukur, kalau di jalan ketemu orang lokal mereka melakukan percakapan dan disitulah TV series ini jadi berkembang, seru deh lihat orang-orang yang tinggal di pedesaan Prancis ( dari Belgia ke Spanyol harus ngelewatin Prancis ) misalnya atau di pinggiran Spanyol yang sangat sederhana menceritakan kehidupan mereka, kebetulan para presenter / peziarah ini rata2 bisa bahasa Prancis dan Spanyol jadi asyik banget alur ceritanya setiap hari, ada aja yang bisa dijadiin cerita bikin kita ikutan melakukan perjalanan tersebut.

Oh well, semoga harimu jadi hangat juga ya baca beberapa berita hangat yang gw tulis diatas 🙂

Advertisements

Summer Pop Up Bar

Tren yang belakangan makin rame selama musim panas beberapa tahun belakangan ini adalah menjamurnya summer pop up bar, semacam tempat hang out yang buka nya hanya saat musim panas doang dan menjelang akhir September seperti sekarang mereka bakal tutup sampai musim panas depan.
Namanya juga hanya buka sementara waktu aja, lokasi yang dipilih seringnya ajaib-ajaib, kayak di gudang pelabuhan ( disini kebetulan adalah salah kota pelabuhan terbesar di dunia ) , di pinggir sungai, di taman kota, di rooftop, ah you named it lah, asal ada lahan kosong tahu-tahu bisa banget tuh jadi tempat kongkow yang happening kalau musim panas tiba.

Yang paling menarik perhatian tentunya adalah desain yang mereka pilih dong ya karena desain yang seru kan yang biasanya dicari orang, sebisa mungkin beda dari yang lain dan gw peratiin mereka banyak yang milih model desain seperti industrial dan bohemian, mungkin paling gampang kali ya karena namanya juga memanfaatkan ruangan kosong yang biasanya abandoned, gak perlu setting macem-macem karena aslinya udah seperti itu, tinggal taro banyak tanaman di setiap sudut dan karpet deh.
Syarat lain tentunya wajib ada outdoor space, walaupuan musim panas bisa sering banget hujan dan dingin juga kalau disini, tapi tetep deh ruangan outdoor itu wajib hukumnya, minimal si empunya bisnis nyediain table lounge heater supaya tamunya bisa tetep enjoy di luar walaupun dingin.

Di summer pop up bar gini mereka biasanya paling banyak jual minuman dan light snacks, orang biasanya datang setelah jam kantor buat kongkow terus jam makan malam mereka cabut ke restoran lain, tapi ada juga yang nyediain makanan berat dan sepertinya barbeque masih jadi pilihan nih kalau gw lihat di beberapa tempat.
Ada juga lho summer pop up bar yang ga ada dapur nya, jadi mereka hanya sediain bar nya, ruangan untuk pengunjung dan nyediain musiknya ( biasanya DJ ) , dan untuk makanan kita bisa pesen dari Deliveroo ( semacam Go-Food ) yang dipilih jadi rekan bisnis mereka. Seru ya, jadi kadang gw pesen sushi dari restoran Jepang favorit dan suami gw pesen burger dari restoran lain, makannya bareng di satu tempat, asik kan 🙂

Untuk menarik minat orang, pop up bar kek gini sering banget juga bikin program acara yang asik-asik kayak misalnya hari minggu ada sesi yoga diikuti dengan brunch, ada perpustakaan umum, dan namanya aja sih ‘bar’ , kesannya kalau di pikiran orang Indonesia terdengar adult sekali ya, padahal sih prakteknya tempat-tempat seperti ini ramah untuk keluarga segala usia kok, anak kecil sering ikutan orang tuanya hang out dari sore karena kan mereka liburan musim panas juga tuh, so why not.

Semakin lama semakin gw ngerti kenapa disini jarang banget ada mall, shopping streets sih selalu ada di tiap kota, tapi mall besar raksasa sama sekali gak ada, karena sepertinya emang orang-orang lebih memilih untuk menikmati setiap musim dengan cara yang asik, intimate, dekat sama alam dan ga perlu cari hiburan ke mall.

Screen Shot 2017-09-20 at 23.35.56

pop up bar

summer pop up bar antwerp

summer pop up

Screen Shot 2017-09-20 at 23.35.38

Screen Shot 2017-09-20 at 23.42.18Vlog - Trip to Paris on Spring Time-4

35405857823_8521045b9c_o

 

Oh Daun Dill

Kalau ada jenis bumbu rempah yang bikin gw trauma untuk makannya adalah daun dill. Gw ga tahu bahasa Indonesia nya apa sampai ngegoogle, di wiki tertulis kalau daun dill ini biasa disebut dengan nama “bobor adas” , familiar gak? Gw sih tetep gak tau bobor adas itu apaan:)

Daun dill ini aslinya dari daerah Mediterania sampai ke Timur Tengah dan Asia Tengah, so no wonder ya gak populer di kulinernya Indonesia. Daun dill ini punya aroma yang khas banget dan kuat, langsung kerasa deh seperti halnya sensasi makan makanan yang diberi daun ketumbar misalnya.

Gw temu kenal dengan daun dill ini belum begitu lama, kurang lebih sekitar 3 tahun lalu dimana kita traveling nonstop dua bulan lebih ke negara-negara yang kulinernya mayoritas menggunakan daun dill, mulai dari Turki, Armenia, Georgia sampai ke Uzbekistan dan Kyrgyzstan ( yang terakhir di Ukraina, hampir semua menu kuliner nya juga banyak pakai daun Dill ) , semua kuliner mereka didominasi dengan daun dill, apakah itu sebagai rempah utama atau garnish nya.
Gw menikmatinya dari yang awalnya seru sampai yang ‘omg, serius ada daun dill lagi?’ , sementara itu suami gw keknya lempeng aja sambil bilang ‘enak kok beb, enak, nyumm nyummm’

Gw teringat untuk cerita ini karena beberapa malam lalu kita order pizza di rumah dan beberapa appetizer termasuk salad, gw lupa yang punya pizza ini orang Turki dimana dia selalu kasih garnish saladnya dengan daun dill, pas makanan itu dateng, asli lho lgs ke ubun-ubun bau daun dill nya, tapi tetep sih gw makan dan memang daun dill yang ada disini, mungkin karena produk import juga, harumnya agak kurang kuat dibanding yang gw makan selama trip 3 tahun lalu itu, ya iyalah wong daun dill ini gw lihat sendiri tumbuh subur mulai dari perkarangan rumah orang sampai liar di pinggir jalan, kalau mereka perlu langsung petik aja dari kebun, gimana gak fresh dan strong banget kan ya harumnya.

Sengaja gw kumpulin foto dari beberapa jenis kuliner yang ada daun dill nya, kalau liat foto2nya ini sih gw pengen banget makan makanan ini lagi ha ha ha tp kalau kebayang harum dill yang sangat menyengat itu, rasanya kapan-kapan aja deh  🙂

Stew with dill

manti, uzbekistan culinary

Griled chicken garnished with dill

Grilled Chicken – Armenia

Armenian Salad

daun dill sebagai garnish

Turkish Salad with Dill

Salad dengan daun dill

Dill leaves in the market Budapest

Daun dill di pasar – nah yang kanan atas itu bentuk daun dill yang segar, pernah liat gak bentuk aslinya di tempat kamu tinggal?

 

 

Recap Spring & Summer 2017

Sudah terlalu lama keknya gw jarang banget nulis di blog ini, musim semi dan panas emang paling asik buat senang-senang beraktifitas kan ya, explore many new things yang belum pernah gw kerjain ataupun gw lihat.
Ngapain aja kita selama musim semi dan panas tahun ini :

[ Traveling to Maroko ]
Awal musim semi kita balik lagi ke Maroko, setelah pada beberapa tahun sebelumnya kita mengunjungi Marrakesh dan Essaouira, kali ini kota Fes, Meknes dan Chefchaouen yang kita incar. Fix deh kalau kita suka banget sama Maroko, dan masih harus balik lagi karena masih ada wilayah lainnya yang diincer.

Blue city morocco

[ Paris, finally with Mr Husband ]
Keknya gw udah ke Paris beberapa kali dan ternyata belum pernah sama suami lho bo kesananya, padahal kan konon the city of love ya :)) Kalau ga sama temen-temen cewek dan beberapa kali  sama keluarga, begitupun sama dia. Jadi kali ini pertama kali kita ke Paris barengan deh.

Karena bukan kunjungan perdana ke Paris gw jd sengaja banget browsing spot2 seru di Paris yang gw blm pernah datengin dan resto/cafe yang emang gw targetin pengen ada disana, sama sekali kita gak datengin Eiffel lho dan lebih milih area lain yang gak kalah seru seperti ke Masjid Raya Paris.

Grand Mosque Paris

spring time in Paris

[ Budapest ]
Musim panas kita habiskan traveling di Ukraina dan mampir di Budapest, ini karena pesawatnya transit di Budapest dan gw pikir kenapa gak tinggal beberapa hari aja ya, kunjungan ke Budapest sebelumnya di beberapa tahun yang lalu pas banget lagi musim dingin, jadinya keknya belum puas dan gak maksimal untuk explore semuanya. Tapi ternyata cuaca di Budapest itu sangat ekstrem ya, kalau dingin bisa parah banget dinginnya dan kalau panas begitu juga, parah panasnya. Omg sampai ngos2an kalau harus jalan pas siang-siang gitu, yang ada malah tiap lihat pop up bar jadi mampir mulu deh 🙂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

[ Ukraina ]
Sampai sejauh ini di tahun ini, Ukraina menjadi negara baru yang baru pernah kita datangi pertama kali. Awalnya rencana trip ke Ukraina ini pengen gw jadiin satu sama kunjungan ke negara tetangganya juga yaitu Moldova dan Belarus, sekali dayung 3 negara lah gw pikir, apalagi dengan waktu beberapa minggu yang kita punya sih mestinya bisa ya diusahakan ke 3 negara ini, apalagi kalau niatnya cuman dari ibukota ke ibukota, pastinya easy peasy lah, tapi setelah kita baca lagi buku travel ke Ukraina dan semakin banyak yang pengen dilihat dan rasanya sayang kalau traveling ke sana seperti numpang pipis terburu-buru. So ya, untuk sementara Moldova dan Belarus dipinggirin dulu sampai ada waktu lain di kemudian.

Trip ke Ukraina benar-benar menyenangkan, tiap kotanya menampilkan banyak sisi wajah yang bikin surprise, surprise yang bikin happy tentunya.

Ukraine

[ Dunkirk ]
Hanya weekend getaway aja but we managed to visit Dunkirk demi napak tilas film Dunkirk yang kita tonton beberapa hari sebelumnya, kebetulan waktu itu long weekend dan keknya pengen getaway ke kota yang kita belum pernah tapi deket-deket aja, so ke Dunkirk deh kita.

[ Paris & Family Reunion ]
The perks of having Paris in our backyard menyampaikan kita berdua kembali ke Paris, kali ini judulnya playing tourist beneran karena emang bareng turis, kebetulan keponakkan gw dateng dari Los Angeles sama pacarnya dan trip mereka ke Eropa sebenernya sih kebanyakkan lama di Italia dan dari Italia trip mereka masih harus ke Paris dan Belanda juga, jadilah kita sempetin untuk menyisakan waktu berlibur bareng sama-sama di Paris sekalian quality times.

Paris

[ Summer Festivals ]
Tiada kesan musim panas tanpa festival dong ya, tahun ini kita beruntung bisa beli tiket Tomorrowland yang najis susah buat didapetin, rebutannya ceunah. Dari yang gw pengennya nonton sehari aja, malah berakhir dengan 3 hari berturut-turut, puas deh ya naik hajinya 🙂

Tomorrowland

Cant complain dengan musim semi dan panas tahun ini, beberapa kali sempat ngerasain heatwave dan sampai sempat ada peringatan juga untuk gak pakai air semena-mena, yang ketauan cuci mobil dan siram tanaman siang-siang bolong bisa kena denda, iya sampai segitunya saking panasnya.

Processed with VSCO with c7 preset

Minggu-minggu ini sudah kembali ke cuaca yang lebih adem, sering berawan dan berangin, oh well musim gugur telah tiba, siap-siap lagi dengan boots hujan dan kamera buat foto-fotoin alam yang berubah penampilan 🙂

 

Rooftop Garden

I love everything about urban garden, usaha manusia membuat  dan memanfaatkan sekitarnya menjadi ijo royo-royo walaupun dalam kondisi gak punya banyak lahan untuk ditanami tanaman, mulai dari vertical garden sampai memanfaatkan atap rumah dan dijadikan taman buatan. Sekecil apapun usaha itu pastinya akan sangat bermanfaat untuk lingkungan.

Rooftop garden ini mencuri perhatian gw juga dan masih on plan buat manfaatin atap untuk dijadiin taman kecil di atas atap, syaratnya atap betul-betul harus kuat dan memikirkan tanaman apa yang tahan menerima matahari langsung karena pastinya gak ada shadow seperti pohon besar yang melindungi.

Screen Shot 2017-05-20 at 21.57.49
Tanaman yang kelak dipilih pun hanya sebatas hanya bisa ditanam dalam media pot saja. So far gw ngebayangin tanaman yang akan gw pilih adalah jenis tanaman sayuran yang bisa dimanfaatkan, tahun lalu gw sempat nanem kangkung dari bibit di pot dan hasilnya memuaskan, sepertinya akan gw ulangi lagi, selain kangkung, daun mint juga menggila banget kalau ditanam di bawah matahari langsung, cabai dan tomat juga demikian.

Kalau tamannya sudah sukses ditanami pot-pot tanaman, selanjutnya tinggal dihias deh biar makin cozy, dan bisa dipakai juga buat duduk-duduk santai sore hari.
Ah gemes banget liat ide-ide rooftop garden di pinterest, beberapa gw share disini ya :

434df1e00d01a4905acbda7ce26b56b6

I wish view nya bakal sekeren ini , tp keknya debu dan bising parah jg bakalan

 

Screen Shot 2017-05-20 at 22.26.03

14ad2966cdf876cc33dc886bdb456503

pot berisi tanaman sayuran seperti ini yg gw maksud

Minta Ijin

Waktu jaman SMA dan kuliah dulu tuh nyokap gw punya peraturan untuk gw kalau selama sekolah mesti konsen belajar dan bukan pacaran, pokoknya jangan macem2 buat ngelanggar aja deh karena urusannya bakal panjang, namanya juga tante2 Ambon kan ya 🙂
Selama itu ya gw anteng aja deh ngikutin peraturan itu, ditambah lagi sekolah gw cewek semua , ya makin tambah gak ada kans buat dapetin pacar juga sih 🙂

Sewaktu jaman-jaman itu jelas lah ya temen cewek gw jadi banyak banget, sering jalan-jalan pulang sekolah atau bolos saat jam pelajaran tertentu dan madol ke Lembang ha ha ha nostalgia amat ya Jalan Lembang itu untuk anak2 SMA Jkt pada masanya 🙂 Nah biasanya kalau pun gw bolos, gw selalu bilang nyokap, ajaib juga ya kalau dipikir2 gak boleh pacaran tapi boleh bolos, feeling gw sih karena nyokap gw tahu banget gimana nilai gw di sekolah dan bukan jadi perkara kalau gw bolos juga. Eheem :p

Well anyway gw bukan mau cerita madol2an tapi mengenai banyak temen gw yang masa itu udah punya pacar, dan selalu mereka minta ijin ke pacarnya kalau mau pergi2, catet ya minta ijin dan bukan ngasih tahu. Kalau minta ijin otomatis kan ada jawaban antara tidak atau boleh. Dan malesnya nih ya beberapa pacar mereka ini sok ngebossy banget untuk ngelarang temen2 gw untuk pergi2. Saat itu gw mikirnya buset deh, ongkos ke sekolah aja masih dibayarin bokap nyokapnya, kenapa juga mau having fun mesti minta ijin orang lain, ya minta ijin ke ortu lah ya yang paling tepat mah.
Ternyata minta ijin ke pacar ini terus menjadi ritual orang-orang yg gw kenal saat mau pergi, gw yang ga biasa dengan peraturan mesti minta ijin ke pasangan ini sebenernya risih sih, karena buat gw pacar itu hanya perlu tahu gw ngapain dan bukan dia yg decision maker memutuskan gw harus melakukan sesuatu berdasarkan keputusannya.

a158wx4clc

By the time sampai gw nikah, banyak temen gw jg di sekeliling gw yang sudah menikah dan punya anak, temen2 deket gw biasanya memiliki kebiasaan yang sama yaitu kalau mau pergi ya tinggal kasih tahu suaminya dan bukan minta ijin, tentunya dengan melihat sikon ya misalnya saat anak sehat atau saat suaminya tidak sedang ada kerjaan ke luar kota/negeri misalnya, wajar dong ya !
Tapi banyak juga yang harus minta ijin dulu ke suaminya, dan kalau bisa minta ijinnya jauh-jauh hari, gw kok ngerasanya macam jadi narapidana banget ya punya kebiasaan seperti itu, padahal ya acaranya juga paling banter dinner atau lunch di pusat kota, bukan yang jalan-jalan ke luar negeri dan ngabisin budget kehidupan mereka, kalau urusan jalan-jalan ke luar negeri wah ini lebih ribet lagi deh, maksud ati si cewek pengen banget ikutan namun apa daya keputusan ada di tangan pasangannya. Disitu gw hanya bisa prihatin 🙂
Menjadi seru adalah ketika suami mereka ini adalah bule, yang mestinya kan ya lebih menghargai privacy pasangan dan menganggap pasangannya human being yang juga perlu me time bareng kawan-kawannya.

Lalu gw menganalisa sendiri, apakah karena temen cewek gw ini sejak awal nikah sudah nganggep cowoknya itu sebagai pengambil keputusan dan lalu menjadi kebiasaan buat cowok itu untuk mengontrol semuanya? Sehingga sampai sudah menikah bertahun-tahun pun hal cemen macam mau pergi ama temen ke kota aja harus minta ijin?Atau apa karena pernah ada kejadian yang membuat pasangan susah percaya lagi?

Ah entahlah, ritual orang dalam membuat hubungan yang sehat emang beda2 sih ya, selama mereka happy dan gak tertekan karena harus minta ijin dulu untuk setiap hal yang mau dia lakukan mestinya bukan jadi issue juga 🙂

#MonsteraMonday

Keknya tanaman monstera masih ngetrend di dunia pecinta tanaman sampai sekarang. Kalau punya akun Instagram, setiap hari Senin para pemilik tanaman yang aslinya dari Amerika Latin ini akan memposting tanamannya dari berbagai sudut, lalu diberi hestek #MonsteraMonday supaya gampang kalau mau lihatnya.
Favorit saya juga sih kalau hari Senin langsung nyari-nyari hestek tersebut, kebanyakkan fotonya adalah jenis monstera deliciosa, paling suka kalau lihat tanamannya sehat, berwarna hijau tua dan tumbuh subur. Monstera ini jadi favorit ebo-ebo Indonesia juga nih cuman suka sedih lihatnya karena Indonesia kan terlalu panas (the plant will handle temperatures between 15ºC-24ºC)  untuk tanaman ini jadi biasanya penampakkannya jadi pada kurus dan cenderung kering.

Monstera deliciosa sendiri biasanya tumbuh lumayan cepat dalam kondisi cuaca yang tepat dan ngasih tanda banget kalau mereka lagi gak sehat, dengan berubahnya warna daun menjadi seperti hijau pucat. Sebagai tanaman dalam rumah tanaman ini paling cocok karena pada dasarnya mereka ga suka berhadapan langsung dengan matahari terik, di balik jendela biasanya cocok kok.

Jadi ceritanya saya punya 1 pot monstera deliciosa, pas saya kasih tau ke suami kalau tanaman ini lagi ngetop banget, beberapa hari setelah itu pulang kantor dia udah bawa pulang 1 pot padahal gak minta. 1 pot kecil itu sekarang udah berpindah ke pot ukuran medium karena monstera nya semakin besar dalam hitungan waktu cepat juga, karena monstera ini malah gak suka kalau sering dikasih air, jadilah cocok juga kalau di rumah karena yang punya rumah sering ninggalin traveling berminggu-minggu, sampai di rumah keknya monstera nya malah senang aja tuh:) , so far sih paling lama ditinggalin 3 minggu dan selama itu tanpa dikasih air.

Happy #MonsteraMonday 🌿