Category Archives: {#Love Talks }

{ Oh February }

Heiyaa, how s ur February so far? Bulan yang saya suka karena ulang tahun ha ha cheesy banget ya, tapi ya ndak salahnya lah ya suka sama ulang tahun sendiri plus valentine dong, ehem! Iya anaknya disini suka Valentine masa, with or without partner selalu suka, biar kata ya cinta kan mesti dirayakan setiap saat, oh itu sudah pasti. Dulu waktu jaman gak punya pacar, selalu biasanya ngajak ponakkan2 untuk nonton atau kemana gitu, atau gak jalan sama teman perempuan, pokoknya it should be fun!

The good thing of Valentine adalah hanya selang 2 hari dari ulang tahun juga, artinya adalah perayaannya double, begitupun juga kado nya ha ha ha. Ah tapi suami saya bukan yang suka ngasih kado juga sih orangnya, palingan ‘let s go somewhere yuk’ atau “lagi mau apa?” , mungkin pikiran cowok tuh suka yang mau praktis dan yakin kalau barang yang dibeli benar-benar diperlukan. Berusaha positif 🙂
Di balik jarang ngasih hadiah, ada usaha dia untuk menghabiskan waktu di hari-hari special itu, cuti di hari ulang tahun saya, kerja setengah hari saat Valentine, dimana tentunya saya sangat menghargai hal itu, karena tentunya kebersamaan adalah yang paling berharga. Dan yang paling penting above all is that he always treats me like a lady, I think it s kinda the same like the best present I could ever have.

Processed with VSCO with c8 preset

Valentine lunch in here, previously bangunan ini istana tempat tinggalnya Napoleon Bonaparte

Enough with the sentimental part! :)) After Valentine, we drove to Trier, the oldest city in Germany, somewhere I really looking forward to visit karena disana ada Roman Amphitheater dan situs-situs peninggalan Roman lainnya. Duh, saya paling gak tahan sama peninggalan Romawi ini, dimanapun di dunia ini, there is something between me with it, mungkin terlalu mendalam nonton film Gladiator nya kali ya 🙂
Menurut saya berada di situs seperti ini adalah spot yang tepat kalau mau time travel kembali ke masa lalu dalam sekejab. Pengaruh suara akustis Amphitheater yang menggema walaupun kita ngobrol berdua, sambil membayangkan puluhan ribu penonton yang sedang teriak-teriak memanggil gladiator andalan mereka. Sementara itu gladiator yang sedang menunggu waktu bertanding seperti hal nya menunggu waktu kematian.
Amphitheater di Trier bisa dibilang tidak terlalu besar, dapat diisi sekitar 20.000 orang, coba bandingkan dengan Colosseum yang bisa menampung 87.000 orang.

1

The oldest city in Germany ⎟ Birthday 2017

Untuk ukuran kota yang gak besar-besar amat, kota Trier punya 9 World Heritage Sites dari UNESCO lho, keren kan ya. Harusnya dua autumn yang lalu kita ngelewatin kota ini saat menuju Frankfurt, sayangnya waktu terbatas dan hanya bisa mengunjungi kota lainnya di regio yang sama, but hey this is the oldest city in Germany, I really have to make it, so ya akhirnya di hari ulang tahun saya tahun ini mission accomplished 🙂

xoxo

Advertisements

Cieeee…bisa pelesetan!

bule-belajar-bahasa-indonesia

Gw suka godain suami gw yang menurut gw kalau kosakata Bahasa Indonesia nya belum nambah-nambah banyak, dan dia pun bete ama dirinya sendiri karena masih perlu perjuangan banget buat bikin satu kalimat aja, apalagi kalau lihat video si Matt nya Noni lagi cap cus ngomong pakai Bahasa Indonesia plus logat Medan nya itu, langsung seperti patah hati ha ha ha
Palingan ya gw bilang kalau lu mau lancar, yuk deh tinggal di Indonesia barang setahun, lu balik Belgia lagi pasti udah bisa :))

Segitu pengen belajar Bahasa Indonesia, kadang salah gw jg kalau di Indonesia dan temen-temen gw ngajarin bahasa gaul yang kadang gw jg gak ngerti ama kata-kata yang mereka pakai, jadi gak bisa disalahin jg kalau suami gw malah bisa nangkep nya kata-kata kayak : ‘ ayolah, cap cus’‘ ah elu lebay bingits’ , atau ‘pereuzzz’  dan sejenisnya.
Kadang nih ya, temen-temen Indonesia gw yang di Belgia atau kakak gw yang di Belanda dan Amerika pun gak ngerti dengan kata-kata baru itu dan disitu suami gw merasa sangat super jago ha ha ha

Belajar Bahasa Indonesia kadang dia lakukan juga kalau pas mudik dan nonton film yang terjemahannya Bahasa Indonesia, namun yang ada sehari-hari sejak nonton TV itu  kata-kata favoritnya malah adalah : ‘Berengsek’
Ya gimana gak, secara dia nontonnya film2 thriller HBO yang semua caci maki diterjemahin jadi ‘berengsek’ :p

Kadang di balik ‘ngerasa gagal’ karena blm bisa cap cus bahasa Indonesia, gw suka meratiin juga kalau sekali-kali dia bikin gw ngakak karena dengan kosakata yang seadanya itu dia bisa bikin plesetan bo, nih kek gini ya :

1.) Suatu Hari Pas Nonton Bola Piala Dunia Dimana Negara Prancis Lagi Main
Y : ini si Dimitri Payet keknya bintangnya Prancis banget ya
F : hooh…Payet lagi Payet lagi yang dapat bola
Y : nama ‘Payet’ mirip makanan Indonesia ya, duh aku lapar
F : makanan Indonesia apaan dah?
Y : itu tuh yang ayam goreng pakai sambal
F : yaolooo ayam ‘penyet’ kali ah :p

2. ) Suatu Hari Lagi Nonton TV dan Liat Reklame
F : ih beb sini deh aku suka banget lagu di iklan mobil Renault baru ini
Y : mobilnya bagus juga sih menurutku, Renault apa nih namanya?
F : Renault Kadjar , aneh ih ‘Kadjar’ mirip sama kata ‘pacar’ dlm bahasa Indonesia
Y : pacar apa sih?
F : semacam gf/bf/partner gitu lah
Y : ohh…aku bayanginnya kalau ‘Kadjar’ itu semacam makanan Indonesia
F : makanan paan? *here we go again, makanan lagi*
Y : itu tuh yang makannya pakai mie goreng, you know ‘acar’ ?!!?!
F : zzz…zzzz..

3. ) Suatu Hari Lagi di Dalam Mobil
Y : aku sayang kamu, istri!
F : ihh baik banget, suami nya!
Y : ‘husband’ itu ‘suami’ ya bahasa Indonesia nya? ‘suami’ – ‘siomay’ – ‘suami’ – ‘siomay’, kok mirip sih?!
F : ya elah broo..

{#7 Love Talks}

Y : “sorry ya hun kita gak jadi ke Provence summer ini ngeliat ladang bunga matahari, tapi nih aku punya bunga matahari dari supermarket Carrefour. Semoga kamu suka”

F : ❤ ❤

Mau ketawa jadi gak tega, abis mukanya serius banget pas ngomong gitu, ya kali deh Provence dibandingin ama Carrefour 🙂 Terharu sendiri juga jadinya kalau menganalisa kalimat itu sekali lagi, little words with magic.

Dia emang tahu banget saya kan penggila bunga matahari dan kepengen ke Provence di bulan Juni lalu, tapi kan manusia hanya bisa berencana, trip nya diundur ke bulan yang mana bunga matahari nya sudah pada mati. Ya wes saya pun berbesar hati untuk mengganti rencana di Juni tahun depan atau tahun-tahun berikutnya. Beneran gak papa banget, gak kepikiran lagi. Eh ternyata diam-diam suami saya yang kepikiran, sampe sempet2nya mampir carrefour :))
Sweetness overload though…

{#6 Love Talks}

Y : schatteke, will you marry me for the second time?
F : hah? what?
Y : will you?
F : are you kidding me?
Y : Here in Santorini on our next 10th wedding anniversary…
F : YES    I     DO    !!!
but where s the rock ? :p
Y : I know….:))

Mungkin pengaruh bertebarannya guna-guna si dewi cinta Yunani di pulau ini ❤

-Santorini, June 26th 2015-

{#5 Love Talks}

Y : Tadi terima watsapp aku kan?
F : Iya terima, yang pohon Magnolia ya. Cantiknyaa…
Y : Aku tahu kamu suka Magnolia, tadi di jalan ada yang bunga nya banyak yang sudah mekar, aku berhenti sebentar terus foto dan kirim ke kamu.
F : ❤

Magnolia Grandiflora

 

 

[ Edelweiss ]

‘ kota Riga ini mirip  banget sama kota-kota di Austria ya hun!’ 
‘ iya juga ya tapi pastinya di jaman-jaman Austria masih miskin kan? Kita ke Austria lagi yuk beb, aku kan belum pernah ke Salzburg :-(‘
‘oh iya bener kamu belum pernah kesana, masih penasaran banget sama Sound of Music ya?’
‘ hooh….bangethhh! aku mesti banget napak tilas disana nih’

Gak sampai 10 menit berselang sambil jalan menyusuri taman kota di Riga, 2 bapak tua pengamen itu pun memainkan lagu ‘Edelweiss’. 

‘ OMG ! Is that a sign kita mesti ke Salzburg segera? Listen! Mereka nyanyiin lagu Edelweiss beb! 
‘ Oh soundtrack nya Sound of Music ya?’
‘ Iya……Edelweiss…
Edelweiss…
Every morning you greet me
Small and white, clean and bright
You look happy to meet me’ 🎶

Saya ingat sekali dengan jelas di bagian adegan film Sound of Music yang mana lagu Edelweiss ini diputar.

Sejam berlalu dan kita masih menyusuri kota Riga yang cantik, labirin raksasa, belokkan misterius yang entah ada apa di ujungnya. Dan langkah pun terhenti di bawah atap rendah semacam terowongan, perempuan pirang itu duduk anteng disitu dengan Kanklės, alat musik tradisional khas negeri Baltic yang sedang dimainkannya demi logaman Euro, suara alat musik yang indah.

Saya melewati nya sambil mata kami beradu, tersenyum.

Belum 5 langkah melaluinya, kembali nada intro musik yang sangat saya kenali nadanya.
What?! Edelweiss again? Are you serious?
Dan dari jutaan music yang bisa ia mainkan, justru lagu Edelweiss yang dipilih….terus saya bisa bilang apa? 🙂

Birthday Babe

Like most girls, I like to celebrate all of the little (or big) moments in our life, lebay ya? Gak papa deh, daripada full of drama kan mendingan happy happy, toch nggak ngerepotin orang lain  🙂

Merayakan ulang tahun si kesayangan tahun ini saya memang sudah kepikiran untuk sama-sama dia untuk traveling kemanalah gitu pas di ulang tahunnya. Mulai dari rencana kepengen ke Bali, yang akhirnya harus saya coret karena di saat yang bersamaan pun ternyata yang ulang tahun malah gak bisa cuti lama-lama.
Rencana ke tropical island, kenyataan nyasar ke Baltic ha ha ha life is hard sometimes :-)) However we had so much fun and memorable birthday for him too.

Yang ultah mah kalau ditanya mau kemana, jawabannya dia cuman satu:  Sao Tome & Principe.
Beneran deh destinasi yang satu ini kayak ultimate dream nya dia, too bad harga tiketnya sumpe ye mehong bingitss kalau cuman dimanfaatkan untuk perjalanan singkat 😦
Well anyway, kita simpan dulu aja ya ‘yank ultimate dream mu, one day one day !

Karena di trip ini saya yang bikin itinerary nya (as always:p), saya kepengen di tanggal 22 April itu kita ngerayain di 2 negara, bangun pagi sampai lunch di Estonia dan sore sampai malam dan hari-hari berikutnya kita di Finlandia. Ya secara negara tetanggaan, kurang dari 2 jam pakai ferry kita bisa mewujudkan rencana itu.
I guess this plan is perfectly suits with his personality
: “kado gak penting, yang penting bisa traveling!” Ya kurang lebih begitulah kalau saya mesti menceritakan kepribadiannya dia.

Tanggal 22 April bangun pagi dan malas-malasan di kamar, dari malamnya saya sudah rencanain untuk breakfast in room aja karena juga mesti check out jam 12 siang nya untuk ngejar ferry yang jam 1 siang.
Staff hotel ketok-ketok pintu jam 9 an,  ada 2 orang staff yang bawa tentengan, tumben nih ramai amat yang nongol, ternyata salah satu dari mereka sudah menyiapkan sebotol champagne untuk si juragan, ah senangnya:-)

IMG_9841 2

Rejeki anak sholeh belum selesai di situ ketika check in di Hotel di Helsinki, staff nya bilang kita dapat complimentary dinner di restoran mereka…ahhh rejeki nya si yang ulang tahun bener sih yah 🙂

Off to his birthday dinner – Ini hotel kita di Helsinki, bekas penjara yang dijadiin hotel, kalau penasaran, saya sempet nge review di link ini 🙂

Ya begitulah cerita ultah si babe tahun ini, semoga dirinya selalu diberkati dengan umur panjang, kesehatan dan rejeki yang tak putus dari Nya, Amien ya Tuhan !